Zaman Ini Menunggu Kiprahmu (Bagian 1)

0
213 views

Kiblatmuslimah.com – Zaman semakin kacau. Kerusakan terjadi di mana-mana. Bahkan mungkin alam pun bosan menyaksikan tingkah laku manusia akhir zaman. Hilangnya nilai-nilai agama dan degradasi moral mewarnai kehidupan kebanyakan pemuda muslim. Islam sekedar Islam. Muslim sekedar muslim, tapi dimanakah pembuktian?

Miris memang. Bisa kita saksikan betapa banyak pemuda muslim yang hancur ditelan zaman yang penuh fitnah ini. Terjerumus dalam fitnah demi fitnah, syubhat demi syubhat, hingga hilang ‘izzah dan ‘iffahnya.

Bagaikan pesawat yang kehilangan radarnya, burung yang terluka sayapnya, atau bahkan ayam yang cacat kakinya, pemuda muslim seolah kehilangan arah dan tujuan. Tak tahu kemana harus melangkah, keputusan yang harus diambil, atau bingung membedakan yang haq dan yang bathil.

Semua itu terjadi tidak lain karena jauhnya para pemuda dari ilmu agama dan dekatnya mereka dengan kebodohan serta terobsesi dengan dunia yang fana. Mereka bertindak dengan mengikuti hawa nafsunya saja. Inilah salah satu fitnah akhir zaman yang bisa kita rasakan, yaitu saat ilmu dicabut dari diri-diri kaum muslimin. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ

“Di antara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tersebarnya kebodohan.” (HR. Al-Bukhari)

Musuh-musuh Islam tak habis akal untuk menjauhkan kaum muslimin dari ajaran agamanya yang murni. Mengapa demikian? Karena pekerjaan mereka untuk menghancurkan Islam akan semakin mudah ketika umatnya jauh dari ilmu.

Di zaman globalisasi seperti sekarang, masyarakat Islam dihantam berbagai ancaman yang merusak. Sungguh sangat banyak jika harus dijabarkan satu per satu. Tapi mari kita melihat secara spesifik kerusakan yang menimpa wanita muslimah di abad ini.

Bisa kita saksikan kondisi sebagian kaum wanita sekarang ini. Mereka telanjang, baik jasmani maupun rohaninya. Banyak dari mereka yang terjerumus dalam lingkaran setan; pergaulan bebas, riba, khamr, narkoba, dan sebagainya.

Kaum liberalis juga tak henti-hentinya meniupkan paham-paham menyimpang. Salah satunya adalah neo-ghazwul fikri. Perang pemikiran jenis baru. Yang diserang bukan hanya individu, tapi juga komunitas.

Belum lagi di era globalisasi ini, budaya Barat dengan mudahnya masuk ke negara-negara muslim. Gaya hidup yang jauh dari nilai-nilai keislaman dan norma sosial diterima dengan baik oleh sebagian masyarakat Islam. Ada lagi ancaman dari kaum syi’ah, komunis, misionaris-misionaris yang gencar melaksanakan agenda pemurtadan, dan lain sebagainya. Sungguh mengerikan.

Para aktivis wanita dari kalangan liberalis saja serius melancarkan misi-misinya. Mereka berada di jajaran tinggi pemerintahan, institusi pendidikan, dan bahkan merajai media sosial. Dengan gelar-gelar akademisnya yang panjang, mereka mencari mangsa, meniupkan bisikan-bisikan yang menyesatkan kaum muslimin dari kebenaran.

Para misionaris wanita yang melakukan pemurtadan juga tak kalah ‘hebat’. Mereka serius untuk menjerat kaum muslimin dengan iming-iming sembako dan uang tunai. Mereka rela berletih-letih memasuki daerah-daerah terpencil, melakukan aksi pada acara Car Free Day, dan sebagainya untuk mengeluarkan seorang muslim dari agamanya.

Aktivis wanita dari kalangan syi’ah? Lebih militan lagi. Mereka begitu gencar menebar fitnah-fitnah keji terhadap kaum muslimin. Mereka bahkan berani memutuskan hubungan pernikahan hanya karena beda sekte dengan pasangannya.

Tahukah engkau siapa sasaran mereka? Kebanyakan adalah dari kalangan ibu-ibu, para mahasiswi, dan siswi sekolahan yang memang tingkat literasi dan pemahaman terhadap aqidah Islam yang lurus, sangat rendah.

Lalu, dimanakah para aktivis muslimah?

Wahai muslimah shalihah, tidakkah hatimu sakit melihat kondisi umat Islam sekarang? Terlebih kondisi kaum wanitanya? Tidakkah engkau menangis? Kemana solidaritas kita sebagai seorang muslimah? Tidakkah hatimu tergerak untuk melakukan sesuatu? Lalu apa yang sedang kau perbuat sekarang?

Bersambung…

 

Sumber : Burhan Sodiq, dkk. 2018. Muslimah Zaman Now: Jadilah Shalihah Hingga ke Jannah. Gazzamedia. Solo.

 

Penulis: Astriva N Harahap

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here