Tokoh Kaum Muda Bashrah

0
124 views

Kiblatmuslimah.com – Generasi terbaik utama adalah saat Rasulullah masih membersamai dalam kehidupan. Generasi terbaik adalah generasiku ucap Rasulullah, generasi setelahnya dan generasi setelahnya.

Inilah dia sosok generasi Tabi’in. Begitu semerbak harum amal mereka sehingga kita mengenalnya. Lembaran-lembaran tak pernah berhenti menuliskan kisah mereka. Salah satunya yaitu Ayyub as-Sikhtiyani, dengan kunyah Abu Bakar.

Ayyub pernah ditanya tentang riya’. Beliau mengatakan, “Riya’ adalah mencari kepuasan diri dari amal yang dilakukannya di dunia.”

Ayyub melanjutkan, “Dikatakan bahwa seorang pedalaman menunaikan shalat dan memperpanjangnya sedangkan di sampingnya ada sejumlah orang. ‘Betapa bagus shalatmu,’ kata mereka padanya. Orang pedalaman menyahut, ‘Lebih dari itu aku juga berpuasa’.

Abu Bakar (Ayyub) bertanya-tanya, “Dapatkah orang ini disejajarkan dengan orang yang mengatakan bahwa shalatnya ringan saja? Dikatakan kepada orang pedalaman, ‘Ringankanlah shalatmu, namun tidak disertai dengan riya’.

Mereka kembali bertanya, ‘Apa obat riya’?’. Ayyub menjawab, “Menyembunyikan amal.”

Pernyataan-pernyataan Ayyub as-Sikhtiyani:

  • Ada orang yang ingin mengunggulkan diri, namun Allah menghendaki merendahkan mereka. Ada pula orang-orang yang ingin rendah hati, namun Allah menginginkan meninggikan mereka.
  • Orang tidak akan menjadi terpuji sebelum ada dua sifat pada dirinya; menjaga kehormatan diri dari yang ada di tangan orang lain dan memaafkan tindakan yang mereka lakukan.
  • Tetap tekunlah di pasarmu (pekerjaanmu), karena kamu akan tetap mulia di hadapan saudara-saudaramu selama kamu tidak meminta-minta kepada mereka.

Pendapat tentang Ayyub

Hasan Al-Bashri mengatakan, “Ayyub adalah tokoh terkemuka kaum muda. Pemuka kaum muda penduduk Bashrah.”

Anas bin Malik pembantu Rasulullah mengatakan, “Kami menemui Ayyub. Ketika kami menyebutkan hadits Rasulullah, ia menangis hingga kami kasihan padanya.”

Hamad bin Yazid menuturkan, “Ayyub adalah teman Yazid bin Al-Walid. Ketika Yazid bin Al-Walid ditetapkan sebagai khalifah, Ayyub mengucapkan, ‘Ya Allah, buatlah ia lupa dan tidak ingat padaku lagi’.”

Doa Ayyub

Ya Allah, aku memohon kepadaMu iman, hakikat-hakikatnya dan ikatan-ikatannya, serta kemuliaan yang Engkau berikan kepadaku berupa amal-amal dengan pahala yang baik bisa didapatkan dariMu. Jadikanlah kami termasuk orang yang bertakwa, takut, berharap dan malu kepadaMu. Ya Allah, anugerahkanlah keselamatan kepada kami.

Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada pemuka kaum muda (Ayyub as-Sikhtiyani), ahli ibadah dan orang-orang yang bersahaja.

(Hunafa’ Ballagho)

Referensi: DR. Abdul Aziz Asy-Syinami. 2016. Biografi Tabi’in dan Tabi’iyat. Menelususri Perjalanan Hidup Generasi Terbaik Kedua Umat Islam. Solo: Zamzam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here