Tata Cara Menasihati tanpa Menyakiti

0
91 views

Kiblatmuslimah.com – Rasululullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mendudukkan nasihat sebagai keseluruhan agama dan hak seorang muslim. Bahkan Rasulullah juga membai’at sebagian sahabatnya untuk saling menasihati sesama muslim. Beliau pun memberikan teladan tentang tahapan-tahapan nasihat dan tata caranya agar tidak menyakiti.

Karena kurangnya ilmu dan komitmen untuk berittiba’ kepada Rasulullah, menjadikan kita berbuat kasar atas nama nasihat tersebut. Bahkan melanggar hak-hak manusia dalam menasihati. Menasihati perlu tata cara dan etika yang perlu kita pelajari. Selanjutnya harus kita praktikkan, apabila ingin nasihat diterima. Kalau kita tidak memperhatikan tata cara ini, akan berakibat fatal. Alih-alih tujuan kita baik untuk memperbaiki seseorang, justru orang yang dinasihati semakin menjauh.

Lalu bagaimana caranya  agar nasihat kita diterima orang lain? Berikut ada 6 tata cara menasihati tanpa menyakiti sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

1. Mengharapkan ridha Allah

Ketika kita hendak menasihati, jangan melupakan niat untuk mencari ridha Allah. Jika kita sudah mempunyai niat ini, insya Allah berhak mendapatkan pahala-Nya. Di samping itu, perlu mendoakan kebaikan kepada orang yang dinasihati; agar mendapatkan hidayah. Tapi jangan bersedih jika dia menolak, karena yang memberikan hidayah hanyalah Allah Ta’alla. Tugas kita hanyalah menyampaikan hidayah itu.

2. Tidak dalam rangka mempermalukan

Ini adalah poin penting. Ketika kita menasihati, hendaklah memperhatikan perkataan yang keluar dari lisan. Jika perkataan kita salah, akan menyakiti hati orang yang dinasihati. Apalagi jika bertujuan mempermalukan, hal itu akan berakibat fatal bahkan bisa jadi kita akan dibenci.

3. Menasihati secara rahasia

Seseorang lebih menerima nasihat jika dilakukan secara rahasia (berdua saja). Sedangkan seseorang yang menasihati di depan publik sama artinya dia telah membantu setan dengan cara membuka aibnya. Nasihat wajib bagi semua orang, hendaklah dilaksanakan dengan rahasia. Sebab seseorang yang menasihati saudaranya secara terang-terangan, sungguh dia telah mempermalukannya. Jika dia menasihati secara rahasia, sungguh dia telah memperbaikinya.

4. Menasihati dengan sopan, lemah lembut dan penuh kasih

Orang yang menasihati hendaklah dengan sopan, lembut dan penuh kasih. Hal ini lebih menjamin untuk diterimanya nasihat. Menerima nasihat itu ibarat membuka pintu. Seseorang tidak bisa membuka pintu kecuali dia telah menemukan kunci-kuncinya. Pintu tidak akan terbuka kecuali telah menemukan kunci yang tepat. Seseorang yang hendak dinasihati adalah pemilik hati yang sedang terkunci dari suatu perkara.  Anda tidak akan menemukan kunci yang lebih tepat dan lebih baik daripada nasihat yang disampaikan secara sopan, lemah lembut dan penuh kasih sayang.

5. Tidak memaksakan kehendak

Dalam hal menasihati, kita tidak diperbolehkan memaksakan kehendak agar nasihat kita diterima. Tugas kita hanyalah menyampaikan saja. Perkara diterima atau tidaknya itu urusan Allah. Satu lagi hal yang terpenting jangan membuat orang yang dinasihati lari dari kita karena pemaksaan kehendak agar dia menjadi baik. Berlemahlembutlah dalam menasihati, insya Allah nasihatmu akan diterima. Jika tidak diterima, itu sudah menjadi ketetapan Allah dalam menentukan urusan hamba-Nya.

6. Memilih waktu yang tepat

Seseorang yang menasihati perlu mencari waktu yang tepat. Adakalanya orang yang dinasihati dalam keadaan keruh jiwanya, sedang sedih dan marah. Bahkan kehilangan sesuatu yang diharapkan. Ibnu Mas’ud pernah bertutur, “Sesungguhnya ada kalanya hati bersemangat dan mudah menerima, tinggalkanlah dia saat lesu dan mudah menolak. Maka saya mengucapkan selamat bagi da’i yang mengerti saat hati menolak dan waktu hati menerima. Sehingga dia dapat menepis kemungkaran dengan baik dan berbicara dengan hati secara baik-baik pula.”

Inilah tata cara menasihati tanpa menyakiti yang perlu kita perhatikan. Supaya nasihatnya bisa hadir di dalam hatinya, diterima dan tidak ditolaknya. Agar nasihat dapat menambal segala kekurangannya, menutupi celah kekosongan, bukan menyesakkan dadanya, memecah belah persatuan dan tidak membantu setan dalam merusak orang-orang yang diberi nasihat. Sehingga membuahkan kebaikan kepada orang yang kita nasihati. Amin ya Rabbal Al-Amin

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here