Syekh Siti Jenar, Sang Wali Kontroversional

0
31 views

Kiblatmuslimah.com – Ketika tim dakwah Islam yang terdiri dari 9 tokoh dan dipimpin Syekh Maulana Malik Ibrahim sampai ke tanah Jawa, dengan segera Islam mengalami perkembangan yang sangat cepat. Kerajaan Islam pertama berdiri di Demak Bintara dengan Raden Fattah sebagai sultan dan didukung oleh Walisanga. Penyebaran dakwah Islam sedemikian gencarnya dan penaklukan wilayah menjadi bagian kekuasaan Islam begitu cepat.

 

Akan tetapi dalam masa kejayaan tersebut, muncul tokoh misterius dan kontroversional, Syekh Siti Jenar. Kisahnya telah mengalami banyak distorsi sejarah, rekayasa dan manipulasi data dengan tujuan deislamisasi. Bukti akan hal itu adalah adanya banyak versi cerita tentang Syekh Siti Jenar. Hampir tidak dapat dipastikan kebenaran sumber-sumber informasi riwayat hidup Syekh Siti Jenar. Memang tidak jelas dan tidak mudah untuk diungkap secara pasti. Sangat berlainan antara satu dengan yang lain, saling kontradiktif.

 

Bahan kajian Syekh Siti Jenar itu berupa dokumen kuno, suluk, serat, babad, buku-buku maupun cerita rakyat dari mulut ke mulut, generasi ke generasi secara turun-temurun. Terlebih lagi, terdapat indikasi kuat adanya kepentingan politik tertentu di balik isu Syekh Siti Jenar. Ini disebabkan publikasi tentang Syekh Siti Jenar tidak pernah dijumpai dengan detail sejak abad ke-15 hingga ke-20.

 

Dengan banyaknya versi yang berbeda-beda dan kontradiktif ini, paling tidak muncul tiga pertanyaan mendasar sebagai berikut:

  1. Apakah Syekh Siti Jenar hanyalah sebuah mitos atau tokoh imajiner yang tidak pernah ada dalam realitas sejarah kehidupan manusia di masa Kerajaan Islam Demak Bintara? Ataukah tokoh Syekh Siti Jenar ini memang benar pernah ada dalam ruang sejarah kehidupan orang-orang Jawa pada permulaan Islam awal abad ke-15 bersamaan dengan Walisanga?
  2. Apabila Syekh Siti Jenar benar-benar ada, lalu apakah benar Syekh Siti Jenar mengerjakan “Manunggaling Kawulo Gusti” sebagaimana yang dikenal dalam alam kesadaran masyarakat Jawa selama ini? Ataukah justru Syekh Siti Jenar pengamal syariat Islam yang sejati yang hampir tidak terlintas dalam benak kebanyakan penulis?
  3. Apakah benar Syaikh Siti Jenar melakukan pembangkangan terhadap penguasa kerajaan Islam Demak Bintara, yaitu Raden Fattah yang didukung oleh Walisanga sebagaimana yang dikisahkan dalam buku Abdul Munir Mulkhan?

Tiga pertanyaan mendasar di atas hendak menunjukkan bahwa tidak ada sumber informasi dan bahan kajian sejarah Syekh Siti Jenar yang benar-benar valid dan sah. Oleh karena itu, sebelum terlalu jauh mempelajari, mengkaji, mendalami, membahas, mendiskusikan, mendebatkan, atau bahkan mengambil sikap pro dan kontra atas tiga pertanyaan mendasar, mesti dijawab terlebih dahulu oleh mereka yang meyakini kebenaran ajaran yang dinisbatkan kepada Syekh Siti Jenar selama ini.

 

Jawaban yang diberikan haruslah jujur, adil, objektif, ilmiah dan apa adanya tanpa sikap subjektif karena ingin mempertahankan pendapat sebelumnya yang bersumberkan pada sikap egoisme dan memperturutkan hawa nafsu.

 

Bersambung….

 

Penulis: PramudyaZeen

Editor: UmmA

Referensi: Rahmat Abdullah. 2012. Syekh Siti Jenar Pemutarbalikan Sejarah, Perjalanan Hidup dan Ajarannya. Solo: Aqwam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here