Strategi Syaithan Mencerai-beraikan Rumah Tangga

0
321 views

Kiblatmuslimah.com – Dinamika dalam rumah tangga memang unik. Tidak bisa disamakan satu keluarga dengan keluarga yang lain. Jika terdapat 100 pasutri, maka akan didapat pula 100 masalah yang berbeda.

 

Itulah uniknya. Sebelum keluarga ini terbentuk, idealnya ada tarbiyah atau sekolah khusus pranikah guna memahami terlebih dahulu segala hal yang mungkin dihadapi nantinya, sehingga persiapan telah diupayakan matang. Ibadah terlama adalah berumah tangga, oleh karenanya dikatakan bahwa jika telah menikah, maka separuh din telah diperoleh. Tinggal menjalankan separuh berikutnya.

 

Sadar bahwa setelah menikah wajah yang ditemui itu melulu, semakin lama semakin keriput, kusam, rapuh, bahkan berubah warna. Hal-hal yang tidak disuka akan muncul dari pasangan hidup, mulai dari tata bicara, sampai pada perilaku.

 

Kalau bukan karena sebuah tujuan yang lebih besar dan tinggi dari sekedar kenikmatan-kenikmatan yang didamba, mungkin semakin lama tidak lagi menjadi nikmat. Jelas rumah tangga selalu berada pada ujung kehancuran.

 

Belum lagi pengaruh gadget yang terasa semakin “menghalalkan hubungan tidak pantas”, seharusnya tidak dibiasakan menjadi ‘biasa’. Setiap laki-laki akan dengan mudah menyapa dan menyukai istri orang. Demikian pula setiap wanita akan dengan mudah pula ‘bergenit’ dengan suami orang. Tanpa pasangan kita tahu, kita bisa dengan bebas berkasak-kusuk dalam sebuah khalwat. Sampai akhirnya muncul para pelakor (perebut laki orang).

 

Apakah Tujuan Ideologis Rumah Tangga?

Jannah. Titik.

Menikah bukanlah untuk tujuan biologis semata, tetapi ada tujuan ideologis yang harus dicapai dan diupayakan. Lambat laun pesona jiwa akan lebih menjadi daya tarik, daripada sekedar pesona fisik.

 

Di sinilah iblis laknatullah dan bala tentaranya selalu berlomba-lomba menyesatkan pasutri dari tujuan itu. Mereka akan membuat yang haram tampak halal, yang buruk menjadi indah, yang busuk menjadi wangi, yang di luar terlihat lebih, lebih, dan lebih.

 

“Iblis berkata: ‘Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlish di antara mereka.”

(QS. al-Hijr: 39-40)

 

Setan akan membuat gulma, onak, ombak dan badai, supaya rumah tangga kita oleng, rusak dan tidak lagi indah samara. Jika kita memahami ini, tentulah kita tidak perlu mempermasahkan hal-hal remeh-temeh berbau dunia yang bisa mengganggu tujuan besar rumah tangga kita.

 

Komitmen dalam mencapai tujuan itulah yang akan menyelamatkan. Jangan gusar jika tubuh istri semakin gembrot atau perut suami semakin buncit. Jangan panik jika istri semakin cerewet atau suami semakin gemar bernasihat.

 

Banyak hal-hal sederhana yang bisa kita upayakan agar tetap romantis dan harmonis. Kita punya Allah yang bisa dimintai. Mintalah supaya pasangan halal kita semakin sayang, pengertian, dan lembut. Bahkan kita bisa minta supaya pasangan kita semakin ganteng atau cantik di mata kita.

 

Kita punya Allah yang akan meringankan dan mencairkan semua masalah serta membuat rumah tangga kita tetap utuh dan semakin kokoh.

 

Penulis: Yasmin al-Asyfaqo

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here