Sosok Wanita Al-Qur’an

0
167 views

Kiblatmuslimah.com – Seorang sayyidah yang mulia dari kalangan tabi’in yang diukir oleh sejarah dalam lembaran-lembaran yang bersinar dan bercahaya, yaitu Hafshah binti Sirin. Terkenal dengan ibadah, fiqih, bacaan Al-Qur’an dan hadits.

Hisyam bin Hassan meriwayatkan, “Dia telah membaca Al-Qur’an (dengan sangat baik) pada saat usianya dua belas tahun, kemudian dia meninggal dunia pada usia sembilan puluh tahun.”

Sayyidah hidup dalam naungan kitab Allah ‘azza wa jalla selama lebih dari tujuh puluh lima tahun. Maka keutamaan seperti apakah yang telah dia peroleh di bawah naungan kitab Allah, qiyamul lail dan shalat, serta hafalan Al-Qur’an?

Berapa banyak wanita muslimah yang berhasil menghafal kitab Allah berkat ketekunannya dalam menghafal, muraja’ah, dan membaca? Berapa banyak wanita muslimah yang dianugerahi kenikmatan beribadah berkat ketekunannya dalam melaksanakan qiyamul lail dan shaum? Mahabenar Allah yang telah berfirman:

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, sungguh Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami; dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” [QS. Al-‘Ankabut (29): 69]

Wahai saudariku muslimah, hendaknya engkau pun mendengarkan wanita yang menguasai ilmu Al-Qur’an dan mengamalkannya. Pemahaman Al-Qur’an yang dianugerahkan kepadanya itu tidak lain karena keutamaan dari seringnya berinteraksi dengan kitab Allah. Al-Qur’an akan bersahabat dengan orang-orang yang menjadikannya sebagai sahabat serta mencintai orang-orang yang mencintainya. Allah ‘azza wa jalla pun akan melimpahkan karunia-Nya kepada orang yang berusaha untuk meraih karunia tersebut.

Hafshah mengatakan, “Ketika putraku, Al-Hudzail, meninggal dunia. Allah memberikan kesabaran kepadaku sesuai dengan kehendak-Nya. Akan tetapi, aku merasakan kesedihan yang tidak kunjung hilang. Kemudian pada suatu malam aku membaca surat An-Nahl hingga sampai pada ayat:

“Dan janganlah kamu jual perjanjian (dengan) Allah dengan harga murah, karena sesungguhnya yang ada di sisi Allah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Yang ada di sisimu akan lenyap, dan yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari yang telah mereka kerjakan.” [QS. An-Nahl (16): 95-96]

Lalu sayyidah senantiasa mengulang-ulang ayat tersebut hingga Allah menghilangkan kesedihan yang sebelumnya dirasakan. Perhatikanlah wahai saudariku, wanita Al-Qur’an membaca kitab Allah dan terpengaruh dengan ayat-ayat-Nya serta hidup bersamanya, sehingga Allah menyembuhkan penyakit di hatinya dengan Al-Qur’an.

Referensi: Ummu Isra’ binti Arafah. 2018. 66 Muslimah Pengukir Sejarah. Solo: AQWAM Jembatan Ilmu.

Penulis: Hunafa’ Ballagho

Previous articleBeralasan dengan Takdir
Next articleSeni Menghargai
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here