Siapakah Orang yang Beruntung?

0
55 views

Kiblatmuslimah.com – Kebanyakan orang menganggap bahwa perhitungan keuntungan dan keberhasilan itu hanya sebatas materi saja. Jika seseorang yang laris dagangannya, sehingga bisa membeli rumah, mobil mewah, dan hidupnya melimpah ruah dengan harta, maka dianggap beruntung. Orang yang dikatakan berhasil jika kehidupannya sukses punya jabatan, dihormati dan disegani orang karena keberhasilannya itu.

Ketahuilah saudaraku, hitungan keuntungan dan keberhasilan bukan hanya sebatas materi. Tetapi lebih besar dari itu. Karena hal ini mencakup perhitungan untung dan keberhasilan di akhirat, yang kehidupannya lebih kekal abadi. Hitungannya tidak terbatas dengan rumus matematika. Orang yang mendapatkannya adalah orang-orang yang beruntung. Tahukah Anda, siapakah dia…?

Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah menyebutkan di dalam Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 200, tentang orang-orang yang beruntung.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS. Ali ‘Imran: 200)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang mukmin. Ada 4 syarat jika seseorang mukmin ingin mendapatkan keberuntungan”. Yakni:

 

) اصبروا  1Bersabarlah)

Sabar artinya menahan diri. Menahan diri dalam tiga perkara: menjalankan ketaatan; menjauhi kemaksiatan atau hal-hal yang diharamkan agar tidak terjebak di dalamnya; serta menghadapi takdir atau musibah.

 

  1. ) صابروا Kuatkanlah Kesabaranmu)

Kuatkanlah kesabaran dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Menahan diri dari perasaan berat dalam menjalankan ketaatan tersebut. Perlu diketahui bahwa ketaatan itu memberatkan dan menyulitkan bagi jiwa seseorang. Bukan hanya itu, melakukan ketaatan itu berat bagi badan, merasa malas dan capek.

Setan akan selalu menghalang-halangi jika seseorang hamba melakukan ketaatan. Itu sudah menjadi sumpah setan. Dia berjanji selalu menjadi penghalang manusia untuk melakukan ketaatan, sampai datangnya hari kiamat.

Kendala tersebut bukan hanya dari dalam, tapi juga luar. Contohnya ketika menasihati seseorang, belum tentu yang dinasihati menerima.Terkadang orang tersebut malah membenci orang yang menasihati.

  1.  واربطوا (Bersiapsiagalah)

Bersiapsiagalah untuk memperbanyak melakukan kebaikan. Ketika sudah melakukan kebaikan yang satu, hendaklah bersiap-siap melanjutkan atau mengikuti amalan kebaikan yang lain. Sudah melakukan shalat sunah, merembet melakukan puasa atau mengamalkan perbuatan baik yang lain.

واتقوالله 4. (Bertakwalah kepada Allah)

Ketika seseorang melakukan amalan di atas, yaitu sabar dalam dalam ketaatan, tidak melakukan kemaksiatan/ hal-hal yang haram, itulah orang yang bertakwa. Jika melakukan kemaksiatan, segeralah melakukan kebaikan atau ketakwaan yang lain. Pahala ketakwaan itu akan menghapus dosa kemaksiatan.

 

Empat hal di atas saling berkaitan. Barang siapa yang melakukan kesabaran dalam hal apapun maka dia telah bertakwa kepada Allah dan termasuk orang-orang yang beruntung.

Itulah tadi yang dimaksud dengan orang-orang yang beruntung. Orang yang selalu bersabar dalam segala hal. Sabar tidak melakukan kemaksiatan, tidak memakan barang yang haram, menerima takdir Allah dan menjalankan ketaatan kepada Allah.

Semoga Allah memasukkan kita sebagai golongan orang-orang yang sabar dalam segala hal, sehingga kita termasuk hamba Allah yang beruntung. Amin.

 

Oleh: Fyrda ummu Farhat

Penyunting: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here