Serial Al-Fatih: Upaya Menaklukkan Teluk Tanduk Emas

0
18 views

Kiblatmuslimah.com – Pasukan Utsmani tetap bertahan mengepung kota, dipimpin langsung oleh Muhammad Al-Fatih. Pihak Byzantium terus berusaha mempertahankan kota hingga Kaisar Byzantium memberikan tawaran agar Muhammad Al-Fatih menarik mundur pasukan. Kaisar menawarkan imbalan harta atau ketundukan kepada Muhammad Al-Fatih, namun Sultan menolak. Sultan Al-Fatih meminta agar kota Konstantinopel diserahkan kepadanya.

 

Pasukan Al-Inkisyariyah terus berjuang dengan mengoperasikan meriam. Pada tanggal 18 April 1453, meriam-meriam tersebut mampu memecah pagar benteng di Lembah Lycus yang berda di bagian barat benteng. Pasukan Utsmani segera memasuki kota dengan penuh keberanian. Pasukan lain berusaha memasuki kota melalui pagar lain dengan cara menaiki tangga yang telah mereka pasang.

 

Pasukan Byzantium tetap berusaha mempertahankan kota mati-matian, pertempuran semakin berkecamuk. Celah pagar yang tak terlalu lebar mengakibatkan banyaknya anak panah, tombak, serta lemparan lainnya mengenai kaum muslimin. Malam akan segera tiba, Muhammad Al-Fatih memerintahkan pasukannya untuk mundur.

 

Pada hari yang sama, beberapa kapal pasukan Utsmani kembali berusaha menyerang Teluk Tanduk Emas. Penyerangan dilakukan dengan cara menghancurkan rangkaian rantai yang menghalangi armada laut. Pihak Byzantium dibantu pasukan Persatuan Eropa serta beberapa pasukan pelindung yang berada di belakang rangkaian rantai. Pasukan tersebut mampu menghadang armada laut Islam dan menghancurkan beberapa darinya. Sehingga kapal muslim yang tersisa mundur.

 

Muhammad Al-Fatih mendapatkan ide untuk memindahkan kapal-kapal dari tempat berlabuhnya menuju Teluk Tanduk Emas. Untuk menghindari pantauan pasukan di bagian barat di Benteng Galota, pemindahan dilakukan dengan menariknya melalui jalur darat di antara dua pelabuhan. Jarak antar kedua pelabuhan sekitar tiga mil atau 4,8 km. Medan yang harus dilalui adalah tanah perbukitan terjal yang tidak mulus. Seluruh panglima menyetujui ide Sultan Al-Fatih.

 

Langkah awal yang dilakukan adalah dengan melakukan perancangan, Sultan meratakan permukaan tanah dan memuluskannya. Ia menambahkan papan yang telah diolesi minyak, kemudian diletakkan di atas jalan. Hal tersebut untuk memudahkan dalam meluncurkan dan menarik kapal-kapal. Kesulitan yang dialami adalah ketika menghadapi jalan yang menanjak. Dengan bentuk kapal perang Utsmani yang kecil dan ringan, masalah tersebut dapat diatasi.

 

Armada laut Utsmani berjalan dari Teluk Bosporus menuju daratan, kemudian ditarik di atas kayu yang telah dilumuri minyak. Kapal-kapal tersebut diturunkan ke Teluk Tanduk Emas. Dalam waktu semalam, pasukan Utsmani berhasil memindahkan lebih dari tujuh kapal. Pada tanggal 20 April, penduduk Konstantinopel terbangun di pagi hari karena mendengar suara takbir dan nasyid perjuangan pasukan Utsmani yang keras di Teluk Tanduk Emas.

 

Penulis: daffa an-nuur

Editor: UmmA

Syaikh Ramzi Al-Munyawi. 2012. Muhammad Al-Fatih. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here