Serial Al-Fatih: Serangan Besar di Konstantinopel

0
126 views

Kiblatmuslimah.com – Setelah persiapan penaklukan Konstantinopel dilakukan, hari berikutnya, pasukan darat dibagi menjadi tiga bagian untuk pengepungan. Pasukan ditempatkan di bagian depan pagar luar Konstantinopel. Di belakang pasukan tersebut telah disiapkan pasukan alternatif untuk berjaga-jaga dan memasang meriam-meriam di depan pagar. Salah satu meriam tersebut adalah meriam raksasa Sultan yang dipasang di depan pintu Thop Kapi.

 

Sultan Al-Fatih memasang kelompok pengintai dan pengawas di beberapa titik yang tinggi dekat dengan kota. Armada laut dikerahkan dan mulai tersebar di perairan mengelilingi Konstantinopel. Armada laut Sultan Al-Fatih mampu menguasai pulau-pulau yang ada di laut Marmara, namun tidak dapat menjangkau Teluk Tanduk Emas. Hal itu disebabkan oleh adanya rangkaian rantai besar yang menghalangi kapal, bahkan jika mendekati maka dapat menghancurkan kapal.

 

Pasukan Byzantium terus berusaha melindungi Konstantinopel dengan mengerahkan pasukannya di atas pagar-pagar benteng. Sejak hari-hari pertama pengepungan, pasukan Ustmani melakukan penyerangan dan pasukan Byzantium terus mempertahankan posisinya. Pasukan yang bertugas berjaga di dekat pintu-pintu benteng banyak yang menemui syahid.

 

Meriam-meriam Utsmani mulai menembak dari berbagai titik dan diarahkan ke Konstantinopel. Dentuman yang dihasilkan dari tembakan membuat pasukan Byzantium ketakutan. Tembakan meriam-meriam tersebut mampu menghancurkan beberapa pagar, namun pasukan pelindung Byzantium segera membangun kembali.

 

Bantuan datang dari kaum salibis Eropa, lima kapal laut dari Genoa datang dengan panglima laut bernama Gustanian. Kapal tersebut membawa 700 pasukan tempur sukarela dari berbagai negara di Eropa. Kedatangan bantuan tersebut mampu mengembalikan semangat pasukan Byzantium dalam pertempuran. Gustanian diangkat menjadi panglima umum dalam melindungi Konstaninopel.

 

Pasukan laut Utsmani berusaha melewati rangkaian rantai besar yang berada di Teluk Tanduk Emas yang menghalangi armada laut Islam. Mereka melontarkan anak panah ke arah kapal-kapal Eropa dan Byzantum, namun mengalami kegagalan dan meningkatkan semangat pasukan pelindung kota. Pemuka agama Kristen tak putus asa, mereka terus berkeliling untuk memberikan semangat dan mendorong untuk tetap tegar dan bersabar. Kaisar Constantie berulang kali ke gereja Aya Shopia, berdoa agar Konstantinopel diselamatkan dari Ustmani.

Bersambung….

 

Penulis: daffa an-nuur

Editor: UmmA

Syaikh Ramzi Al-Munyawi. 2012. Muhammad Al-Fatih. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here