Sepatu Seragam Si Gadis

0
144 views

Kiblatmuslimah.com – Ini kisah yang biasa terjadi ketika liburan sekolah usai sudah. Melihat gadis ABG di pojokan yang asyik menganyam tali sepatu, kenangan pun melintas di puluhan tahun silam. Saat si mamak yang dulu masih SMP juga pernah memiliki aktivitas yang sama. Dengan warna sepatu yang sama pula. Hitam.

Sekolah gadis ABG ini memang mengharuskan siswanya memakai sepatu hitam. Sama persis di sekolah mamak jadul yang pernah muda ini. Bedanya, sepatu mamak tak pernah dilepas selama menjalani seluruh aktivitas di sekolah. Sedangkan sepatu hitam si gadis, akan mendarat di rak sepatu sebelum pelajaran dimulai.

Mengapa begitu? Ya, selama berada di ruang kelas, anak-anak dilarang bersepatu di lantai berkeramik putih itu. Mungkin, supaya lebih mudah membersihkan lantai terutama bila musim penghujan tiba. Atau mungkin juga supaya anak-anak bisa “klesotan” nyaman di atasnya. (hihi… apa iya anak SMP seperti itu..?). Lah kalau gitu, apa gunanya ber”sepatu seragam”? Hehe….

 

Tiba-tiba pikiran usil mamak pun menghampiri. Ada apa dengan “sepatu seragam”? Terbukti diakui atau tidak, terkadang seragam dapat memasung kreativitas anak-anak. Dulu semasa mamak ABG, pernah nekat memakai tali sepatu warna-warni akibat bosan dengan sepatu hitam monoton meski pada akhirnya terkena razia juga, haha….

Sebenarnya seru juga sih mendengar ceramah guru BK secara berjamaah yang bersungut gegara tali sepatu. Sayangnya, tidak ada nilai-nilai yang membekas pada anak selain rasa tertekan akan “kekalahan”. Karena saat itu para murid tetap berpikir, “Tali sepatu bukan esensi pendidikan. Yang penting sekolah dan belajar untuk menjadi yang terbaik.”

Dari sini jelas ini ada gap dalam ruang berpikir guru dan anak. Karena sebaliknya para guru berpikir lain. “Bahwa tali sepatu warna-warni itu norak, tidak sopan dan hanya akan menaikkan tensi darah terutama menjelang akhir bulan”. He he….

Jadi ingat kisah nyata berlatar pendidikan tulisan Tetsuko Kuroyanagi atau biasa dipanggi Totto Chan ini. Sekolah konvensional yang mengharuskannya duduk diam di bangku kelas telah menyita keinginannya untuk tahu lebih banyak tentang berbagai hal. Hingga akhirnya orang tua Totto bertemu Mr. Kobayasi yang memiliki pendekatan mental yang baik terhadap anak-anak.

Sepertinya tak pernah ada kata punishment dalam benak Mr. Kobayasi yang juga seorang kepala sekolah ini. Anak-anak diajak belajar bertanggung jawab atas segala yang dilakukannya.

Saat membaca buku itu saya membayangkan, bagaimana bisa ia hanya berpesan, “Kau berjanji akan merapikannya kembali ‘kan?” kepada Totto yang sibuk mengorek tumpukan kotoran manusia demi mencari barangnya yang hilang. Mr. Kobayasi tidak perlu marah atau mengomel. Hebat. Kalau saya mungkin sudah menjerit kesal tak tentu arah. Ha ha….

Akhir kalam, mamak jadul ini hanya mau bilang bahwa esensi sekolah tidak hanya terletak pada seragam yang dikenakan. Namun bagaimana mendorong anak-anak menjadi kreatif sesuai passionnya masing-masing. Karena minat dan bakat tiap anak tentu saja berbeda-beda. Sebagaimana tak mungkin mengajari monyet berenang atau menyuruh burung mendesis seperti ular.

Adapun teguran terhadap pelanggaran nilai-nilai Islam hendaknya disampaikan tanpa harus melukai hati mereka. Sebagaimana Rasulullah pernah menegur Anas bin Malik kecil. Anas bertutur, “Suatu hari Rasulullah mengutusku untuk suatu keperluan. Aku pun pergi, tetapi aku menuju anak-anak yang sedang bermain di pasar dan bukan melaksanakan tugas Rasul. Aku ingin bermain bersama mereka.

Ketika berada di tengah anak-anak itu, aku merasa seseorang berdiri di belakang dan memegang bajuku. Aku menoleh, ternyata dia adalah Rasulullah. Dengan tersenyum, beliau bersabda, “Wahai Unais, apakah kamu telah pergi seperti yang aku perintahkan?” Maka aku pun salah tingkah dan menjawab, “Ya, sekarang aku akan pergi wahai Rasulullah.”

Ah, ternyata menjadi seorang pendidik tidak harus berwajah “sangar” atau berkata kasar. Anak-anak akan menghargai kita, bila mereka pun merasa dihargai.

 

Layla

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here