Sakinah

0
175 views

Kiblatmuslimah.com – Kata *sakinah* (السَّکِينَة) yang ada dalam Al Qur’an, diterjemahkan sebagai rasa hati yang tentram, tenang. Hati yang terhijabi (tertutup, red) dari semua bentuk fitnah. Hati yang memiliki keutuhan iman dan keyakinan. Hati yang memiliki ma’rifat yang sehat.

 

Terkisah bahwa sebelum perang Badar, Allah memberikan sakinah yang terdiri dari ithma’ninah (ketenangan) dan tsabat (ketegaran). Juga berupa: bala bantuan, kantuk, dan hujan yang turun dari langit. Termaktub dalam QS. Al Anfaal: 10-11.

 

Allah juga memberikan sakinah saat peristiwa Perdamaian Hudaibiyyah, yang seakan menguntungkan kaum kafir Quraisy. Namun ternyata kemenangan yang didapat kaum muslimin.Terdapat dalam QS. Al Fath: 4.

 

Demikian pula dalam Perang Hunain. Allah menurunkan sakinah kepada Rasul dan orang-orang mukmin sebelum datang pertolongan Allah, berupa bala tentara yang ghaib dan menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir. Ada dalam QS. At Taubah: 26.

 

Pun kata sakinah disematkan dalam sebuah keluarga dengan sebutan SAMARA (sakinah mawaddah wa rahmah). Bisa dilihat di QS. Ar Ruum: 21.

 

Tahukah kita bahwa sesungguhnya sakinah itu hadir kala orang-orang beriman mendapat ujian? Diturunkan oleh Allah sejenak sebelum datang pertolongan-Nya?

 

Allah tidak sekonyong-konyong memberikan sakinah ini, melainkan akibat dari akumulasi kredit poin keimanan, ibadah, dan amal shalih yang dikerjakan, sejak mereka bersyahadat sampai datangnya ujian Allah.

 

Sejauh ini, jangan harap Allah akan memberikan sakinah, apalagi pertolongan dari ujian-Nya, jika pelanggaran lebih banyak dari ketaatan yang dikerjakan. Jika tidak mendapati sakinah kala ujian menimpa, itu berarti kredit poinnya kurang!

 

Jadi sumber masalahnya adalah: bukan yang kita kerjakan hari ini, tetapi yang telah kita siapkan dari hari kemarin.

Oleh: Yasmin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here