Reformasi Islam?

0
48 views

Kiblatmuslimah.com – Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah. Tidak ada paksaan dalam memeluknya. Islam telah sempurna tanpa perlu amandemen-amandemen untuk menyempurnakannya. Agama ini bukan buah hasil pemikiran manusia yang banyak salah, lupa dan larut dengan nafsunya.

“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu….” (Q.S. Al-Ma’idah [5]: 3)

Al-Qur’an bukan perkataan manusia. Al-Qur’an berisi firman Sang Pencipta, yakni Allah ‘Azza wa Jalla. Pada masa ini kita digiring untuk mendefinisikan Islam sesuai dengan kepentingan suatu kelompok. Ada sebuah ungkapan, “Kekuatan hegemonik yang paling tinggi adalah mendefinisikan, bukan kekuatan untuk menaklukkan”.

Islam itu cinta damai dan menjunjung tinggi toleransi. Namun, saat ada sekelompok orang yang cinta kebenaran ingin tegakkan hukum Islam dalam setiap inci kehidupan, akan dijumpai perlawanan keras dari para pengusung kebatilan. Jika Islam berjaya, entitas mereka akan lenyap dan kehilangan kekuasaan.

Sebelumnya mereka telah berusaha mereformasi agama lain kemudian ingin mereformasi Islam. Suatu masalah yang tidak ada dalam agama Islam lalu dicari-cari masalahnya sehingga umat Islam keluar dari agamanya tanpa sadar walau wujud luarnya dibingkai sebagai muslim. Wujud luar berpenampilan Islam, tetapi pemikiran, gaya hidup, akhlak, berkiblat kepada barat.

Seperti yang ditulis Ayaan Hirsi Ali dalam buku berjudul “The Challenge of Dawa”. Buku ini bertujuan menciptakan strategi baru agar manusia anti terhadap dakwah. Para dai hanya boleh menyampaikan tentang akhlak, sabar, tawakkal, qana’ah dan lainnya. Sedangkan materi aqidah dianggap sebagai ancaman bagi individu ataupun kelompok bahkan negara.

Jangan pernah bosan mencari ilmu. Bentengi diri dengan ilmu dari fitnah akhir zaman. Jangan pernah berhenti menyampaikan. Jika dapat ilmu, dakwahkan kepada orang lain. Kita semua bisa menjadi dai.

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah….” (Q.S. Ali Imran [3]: 110)

 

Penulis: Hunafa’ Ballagho

Editor: UmmA

Previous articlePerang Tepung
Next articleSosok Pendidik yang Andal
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here