Refleksi Tahun 2018, Harapan Besar Menanti

0
158 views

Kiblatmuslimah.com – Pergantian tahun bisa menjadi hal yang sangat dinantikan. Harapan demi harapan selalu digantungkan untuk terwujudnya perubahan yang lebih baik. Di tahun 2018 lalu, banyak peristiwa yang bisa kita ambil pelajaran. Berbagai isu strategis nasional mewarnai, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun politik.

Di bidang sosial, tentu masih ingat dalam benak kita, kehancuran generasi telah nampak nyata di depan mata. Di awal tahun 2018, sejumlah kasus pedofilia kelas berat terungkap ke publik. Yang terparah dilakukan WS alias Babeh yang menyodomi 41 anak di Tangerang, Banten (liputan6.com, 6/1/2018).

Di bidang ekonomi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kian merosot. Hingga Kamis (11/10), rupiah kian melemah ke posisi Rp 15.276 per dolar AS (cnnindonesia.com, 11/10/2018). Belum lagi kasus yang masih hangat diperbincangkan hingga hari ini yaitu isu divestasi PT. Freeport Indonesia (PTFI).

Di bidang politik, isu proses pemilihan presiden tahun 2019 sangat menonjol. Proses kampanye politik yang dilakukan oleh kedua pasangan calon (paslon) diwarnai oleh berbagai tagline yang menyerang pribadi dan opini lawan. Hingga muncul istilah ‘genderuwo’, ‘politik sontoloyo’, dan sebagainya.

Padahal menurut Dr. Abdul Rivai Ras (pendiri Universitas Pertahanan), “proses demokrasi di Indonesia, khususnya dalam perebutan kekuasaan, masing-masing capres harus menggali isu strategis yang dapat menjadi unggulan dalam meyakinkan rakyat”.

Sejumlah bencana alam pun telah mewarnai tahun 2018. Tahun ini penuh duka bagi bangsa Indonesia. Banyaknya bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami telah merenggut nyawa ribuan orang. Belum lagi bencana massif yang mencakup kecelakaan transportasi udara dan laut turut mewarnai catatan kelam duka Indonesia. Sudah sepatutnya, berbagai bencana ini kita jadikan sebagai peringatan dari Allah SWT.

Sungguh, berbagai catatan sepanjang tahun 2018 ini dapat menjadi pelajaran besar bagi bangsa Indonesia. Maka tahun 2019 ini menjadi momen yang tepat untuk mewujudkan perubahan yang hakiki, mendasar dari sistem. Sistem demokrasi-sekular yang diterapkan saat ini, sudah terbukti nyata tidak mampu menyejahterakan rakyat. Sistem ini justru menyebabkan berbagai kerusakan dan kehancuran dalam berbagai aspek kehidupan. Ide sekular telah menjauhkan manusia dari aturan sang Khaliq, Allah SWT.

Sudah saatnya, umat Islam kembali pada seluruh aturan Allah SWT. Penerapan hukum-hukum Allah secara menyeluruh akan menjamin kebaikan serta keberkahan bagi seluruh umat manusia. Saatnya berjuang bersama untuk menegakkan aturan Islam dalam institusi negara Khilafah. Harapan besar itu akan terwujud jika kita bersungguh-sungguh dalam meraihnya. Tinggalkan demokrasi, wujudkan kesejahteraan dan keberkahan hidup dengan tegaknya Khilafah.[]

Penulis: Rany Setiani, S.KM (Ibu rumah tangga dan pemerhati sosial)

Akun sosmed: @ranyzalfaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here