Pesona Masjid Menara

0
29 views

Kiblatmuslimah.com – Ketika menyebutkan nama Masjid Al-Aqsha, kebanyakan muslim pasti tergambar di benaknya suatu bentuk masjid dengan kubah berwarna biru ataupun emas yang berada di buminya para Nabi, Palestina. Negara yang masih tertawan oleh tentara Israel. Negara yang masih diperjuangkan umat Islam untuk direbut dan disucikan kembali.

Bukan masjid itu yang akan dibahas, melainkan yang kental akan corak Hindu-Islamnya. Masjid Al-Aqsha ini terletak di kota Kudus, Jawa Tengah. Komplek masjid berada di sekitar makam pendirinya yakni Ja’far Shadiq atau lebih dikenal sebagai Sunan Kudus disemayamkan.

Masjid ini memiliki menara yang berbentuk candi. Candi ini dahulunya memang dipakai oleh warga Hindu Kudus untuk beribadah. Akan tetapi seiring dengan masuknya Islam, candi ini dialihfungsikan sebagai menara masjid yang didirikan pada tahun 1549 M.

Masjid ini lebih sering disebut Masjid Menara ketimbang Masjid Al-Aqsha. Mulai dikenal masyarakat Indonesia semenjak dijadikan sebagai salah satu lokasi pengambilan adegan film islami Ketika Cinta Bertasbih (KCB) yang disadur dari novelnya Kang Abik (Habiburrahman Al-Shirazy).

Masjid ini memiliki 8 tiang besar penyangga utama bangunan yang terbuat dari kayu jati. Ada 10 pintu dan 4 jendela. Lima pintu berada di kiri dan kanan masjid. Sementara itu di bagian serambi masjid ada gapura yang disebut “Lawang Kembar.”

Adapun candi yang berfungsi sebagai menara masjid ini memiliki ketinggian 18 meter dengan bagian dasar persegi, sisinya 10 meter. Agar mencapai puncak menara, caranya dengan menaiki tangga yang terbuat dari kayu jati. Tangga dibangun sekitar tahun 1895 M. Begitu pula dengan kepala menaranya (2 tumpuk atap tajug) yang ditopang oleh 4 kayu jati. Bentuk ini memang menjadi ciri khas beralihnya dominasi Hindu menjadi Islam.

Badan menara tidak polos begitu saja, ada 32 piring-piring bergambar yang menghiasi sekelilingnya. 20 piring berwarna biru dengan gambar masjid, manusia, unta dan pohon kurma. Sedangkan 12 piring berwarna merah dan putih bergambar bunga-bunga. Di bagian atas menara dilengkapi dengan jam dinding besar menghadap ke timur.

Masjid ini masih ramai dikunjungi oleh para peziarah maupun pelancong. Sehingga sekitar Masjid Menara dikelilingi oleh para pedagang yang menjual berbagai oleh-oleh khas Kudus. Seperti miniatur menara, tasbih, gantungan kunci, jenang Kudus dan lainnya.

Penulis: Alifia M.

Penyunting: UmmA

Sumber: Ahmad Rofi’ Usmani. 2016. Jejak-Jejak Islam. Yogyakarta: Penerbit Bunyan. Hal: 211.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here