Pesan Perpisahan Rasul

0
287 views

Kiblatmuslimah.com – Saat itu semua umat Islam berbahagia. Allah wahyukan kepada kekasih-Nya bahwasanya hari itu agama Islam telah paripurna (QS. Al-Maidah: 3). Namun hanya seorang yang raut mukanya menunjukkan dalamnya kesedihan. Ya, hanyalah Abu Bakar, shahabat terbaik Rasulullah yang memiliki firasat tajam dan perasaan lembut nan peka.

“Jika Rasul hadir untuk menyampaikan wahyu dan mengajarkan Islam, telah usai masa tugasnya, bukankah berakhir juga masa hidupnya di dunia?”, begitulah kurang lebih batin Abu Bakar.

Ayat ini turun pasca Nabi menyampaikan wasiat terakhirnya di Arafah. Khutbah itu berisikan pesan nasihat yang berbunyi:

Segala puji bagi Allah, kami memuji kepada-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, meminta ampunan kepada-Nya, bertobat kepada-Nya, dan berlindung kepada-Nya dari keburukan diri dan kejelekan amal perbuatan kami. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, niscaya tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah niscaya tidak akan ada yang bisa memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah serta utusan-Nya. Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, dan aku diperintahkan supaya kalian taat kepada-Nya. Aku awali khutbah ini dengan hal yang lebih baik.

Amma ba’du. Wahai umat manusia, dengarkanlah aku baik-baik. Aku akan menjelaskan kepada kalian karena sesungguhnya aku tidak mengetahui mungkin aku tidak akan bertemu dengan kalian lagi setelah tahun ini di tempat ini.

Wahai umat manusia, sesungguhnya darah dan harta benda kalian adalah haram atas kalian hingga kalian bertemu dengan Rabb kalian, seperti haramnya hari, bulan, dan negeri kalian ini. Bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, persaksikanlah. Barang siapa memiliki amanat, hendaknya ia menyampaikannya kepada orang yang berhak menerimanya.

Sesungguhnya riba jahiliyyah telah dihapus dan sesungguhnya pertama kali riba yang aku hapus adalah riba pamanku, Al-Abbas bin Abdul Muthalib.

Sesungguhnya (penuntutan) darah jahiliyyah itu telah dihapus, dan darah pertama yang aku haus adalah darah Amir bin Rabi’ah bin al-Harits. Sesungguhnya tradisi jahiliyyah telah dihapus selain sidanah[1] dan siqayah[2]. Membunuh dengan sengaja hukumannya adalah qishash, dan pembunuhan syibhul ‘amdi (semi sengaja) adalah pembunuhan yang dilakukan dengan tongkat dan batu, diyatnya adalah seratus ekor unta. Barang siapa menambahkannya maka ia orang jahiliyyah.

Wahai umat manusia, sesungguhnya setan telah berputus asa untuk dapat disembah di negeri kalian ini. Tetapi ia senang jika ditaati dalam hal-hal selain itu yang dianggap remeh dalam amal perbuatan kalian.

Wahai umat manusia, sesungguhnya an-nasi[3] (mengundur-undurkan bulan haram) itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu. Mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya.

Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana keadaannya semula ketika Allah menciptakan langit dan bumi, dan sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah itu ada dua belas, telah disebutkan dalam kitabullah sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan yang haram (suci), tiga di antaranya berturut-turut dan yang satunya lagi menyendiri, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram, dan Rajab yang terletak di antara bulan Jumada dan Sya’ban. Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, persaksikanlah.

Wahai umat manusia, sesungguhnya istri-istri kalian mempunyai hak atas diri kalian, dan mereka juga mempunyai kewajiban kepada kalian, yaitu janganlah mereka membiarkan seseorang menginjak kamarnya selain kalian sendiri. Janganlah kalian memasukkan seseorang yang tidak kalian sukai selain atas izin kalian, dan janganlah mereka melakukan perbuatan fakhisyah (zina).

Apabila ternyata mereka melakukan (salah satu di antaranya) maka Allah mengizinkan kalian untuk menahan mereka, dan memisah mereka dalam tempat tidur, lalu memukul mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan.

Apabila mereka telah berhenti dari perbuatannya lalu mereka taat kepada kalian maka kalian harus memberi rizki dan pakaian kepada mereka dengan cara yang makruf. Sesungguhnya seorang istri di sisi kalian tidak memiliki apa-apa terhadap dirinya sendiri. Kalian telah mengambil mereka sebagai amanat dari Allah, dan kalian menghalalkan farji mereka dengan kalimat Allah. Maka dari itu bertakwalah kalian kepada Allah dalam hal (mempergauli) istri, dan nasihatilah mereka dengan baik. Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, persaksikanlah.

Wahai umat manusia, sesungguhnya kaum mukminin itu bersaudara, tidak dihalalkan harta saudaranya bagi seseorang kecuali dengan secara sukarela. Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, persaksikanlah.

Janganlah kalian menjadi orang-orang yang ingkar sesudahku, sebagian di antara kalian memukul sebagian yang lain karena sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian suatu hal yang bila kalian mau mengamalkannya, niscaya kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah (dan sunnah Rasul-Nya). Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, persaksikanlah.

Hai umat manusia, sesungguhnya Rabb kalian adalah satu dan sesungguhnya kakek-moyang kalian pun satu pula. Kalian berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertaqwa. Tidak ada suatu kelebihan bagi orang Arab atas orang selain Arab kecuali ketaqwaannya. Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, persaksikanlah. Orang yang menyaksikan di antara kalian harus menyampaikan (khutbah ini) kepada yang tidak hadir.

Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membagikan kepada setiap ahli waris bagian warisannya. Wasiat tidak diperbolehkan untuk ahli waris dan wasiat tidak boleh lebih dari sepertiga (tirkah: warisan). Anak itu (dinisbahkan) bagi pemilik kasur dan bagi pezina adalah batu (rajam). Barang siapa menyatakan nasabnya bukan kepada ayahnya atau berwali kepada selain walinya maka baginya laknat Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya. Tidak diterima amal sunah dan ibadahnya.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullah.

Lantas turunlah ayat yang membuat Abu Bakar bersedih karena berfirasat akan ditinggal oleh kekasih.

 

Oleh: Alifia M.

Penyunting: UmmA

Sumber: Muhammad Khudhari Bek. 2018. Nurul Yaqin. Jakarta: Ummul Qura. Hlm: 375-378.

[1] Sidanah ialah majelis yang mengurus urusan keamanan rumah suci Ka’bah dan memelihara kesuciannya, disebut juga dengan hijabah-edt.

[2] Siqayah ialah majelis yang bertugas menyediakan minuman untuk para peziarah Ka’bah terutama jama’ah haji pada saat itu.

[3] Dahulu bangsa Arab mengharamkan empat bulan: tiga bulan berturut-turut, yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab. Dahulu mereka merasa tiga bulan berturut-turut ini terlalu lama bagi mereka karena kebutuhan mereka untuk berperang. Oleh sebab itu, mereka menangguhkan bulan Muharram dan mengharamkan bulan Shafar tahun berikutnya. Inilah perbuatan yang dicela oleh al-Qur’an karena mereka mengikuti hawa nafsu dalam persoalan akidah mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here