Perumpamaan Pencari Ilmu

0
190 views

Kiblatmuslimah.com – Barang siapa yang sibuk untuk menfakihkan dirinya, mencari ilmu din maka dia berada dalam kebaikan. Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis:

من يرد الله به خيرا يفقه في الدين

“Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya maka Allah akan pahamkan dia dalam agamanya.”

Wahai saudaraku, sangat jelas sekali makna yang terkandung dalam hadis di atas. Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan maka orang tersebut bersemangat atau selalu menyibukan diri dalam mencari ilmu. Sibuk menjadikan dirinya untuk menjadi fakih dan sibuk memperbaiki dirinya dalam menambah ilmu dalam urusan din. Ilmunya tersebut dia serap, bukan hanya bermanfaat untuk dirinya tapi bermanfaat untuk orang lain juga.

Perumpamaan para pencari ilmu dalam menyerap ilmu itu ada 3, yaitu:

  1. Tanah yang subur. Pencari ilmu itu diibaratkan seperti tanah yang subur artinya mudah menyerap ilmu. Sebagaimana tanah yang subur mudah menyerap air dan ditanami berbagai tanaman. Para pencari ilmu ini, mereka mudah sekali menyerap ilmu jika mendatangi majelis. Mereka pintar sekali memanfaatkan waktu untuk mencari ilmu. Ketika mereka sudah mendapatkan ilmunya, dia ambil manfaat untuk dirinya begitu juga manfaatnya bisa dirasakan untuk orang lain.
  2. Tanah Liat. Pencari ilmu diumpamakan seperti tanah liat. Menyerapnya setengah-setengah. Sebagian ada yang menyerap, sebagian masih ada yang kering. Sebagaimana para pencari ilmu, mereka dalam menyerapnya juga setengah-setengah atau kurang maksimal dalam menyerap ilmu. Manfaatnya pun cuma sedikit, tidak semaksimal dari perumpamaan tanah yang subur.
  3. Bebatuan. Perumpamaan di sini adalah sangat buruk. Karena ibarat batu jika terkena air, tidak akan menyerap. Ketika batu dituang air maka air pun akan mengalir tidak bisa dis Ibarat ini seperti orang yang ketika datang ke majelis bertujuan hanya riya‘ atau hanya ada kepentingan lain. Orang yang seperti ini tidak akan merasakan manfaat dari majelis ilmu yang dia datangi. Sebagaimana yang sulit menyerap air.

Dengan perumpamaan di atas, jadi tahu posisi kita sekarang dalam ber-thalabul ilmi. Kita renungkan, dimanakah posisi kita sekarang? Kalau kita sudah tahu letak posisi kita maka segeralah untuk memperbaiki diri. Jika posisi kita di tanah yang subur maka bersyukur dan selalu istiqamah dalam posisi tersebut.

Jika posisi kita di tanah liat maka bisa memperbaiki diri untuk menjadi posisi perumpamaan tanah yang subur. Tapi jangan sampai kita menjadi posisi di bebatuan, karena ini adalah posisi terburuk. Segeralah bertaubat agar Allah mengampuni dosa-dosa karena kelalaian kita dalam mencari ilmu.

Mari kita berdoa semoga termasuk hamba-hamba yang difakihkan dalam din. Semoga kepergian kita untuk mencari ilmu dicatat oleh Allah sebagai kebaikan dan menjadikan kita bagai tanah subur dalam mencari ilmu. Mudah menyerap ilmu, bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Aamiin.

 

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here