Persiapan Ramadan ala Emak-emak

0
113 views

Kiblatmuslimah.com – Ramadan adalah bulan penuh barakah. Pahala ibadah dilipatgandakan. Bahkan kemudahan ibadah gampang diraih.

Tapi yakin, Mak, kita bisa ibadah maksimal di bulan itu? Karena ternyata begitu banyak pencuri yang menghantui kita. Mulai dari urusan dapur, bersih-bersih, baju baru sampai urusan update (memperbarui, red) status.

So…. Agar ibadah kita maksimal di bulan Ramadan, apa aja sih, Mak, yang perlu dipersiapkan sebelum Ramadan datang? Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu:

  1.  Doa disampaikan ke bulan Ramadan

Mu’alla bin Al-Fadhl berkata, “Dulu, selama enam bulan sebelum datang Ramadan, mereka berdoa agar Allah ta’ala mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadan.” (lihat: Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 26)

  • Ilmu

Walaupun sudah paham dan hafal fikih Ramadan. Tapi tidak ada salahnya mempelajarinya kembali. Bahkan dengan mempelajari kembali, secara tidak langsung menggiring otak kita untuk siap ibadah Ramadan pada umumnya dan puasa pada khususnya.

  • Target

Seperti halnya kalau kita memanah butuh target agar fokus membidik, maka Ramadan juga butuh target agar ibadah bisa fokus pada target. Jadi ibadah kita tidak asal jalan saja. Hasilnya entahlah bagaimana.

Misal, shalat malam tidak sekedar shalat. Tapi kita tentukan berapa rakaat shalat. Tilawah tak sekedar tilawah tapi mau seberapa banyak tiap harinya. Waktunya kapan saja juga perlu kita rencanakan.

  • Pemanasan

Tentu bedakan, ya! Seseorang yang akan berenang 100 m harus dengan pemanasan terlebih dahulu. Karena jika tanpa pemanasan bisa kram. Dalam menyambut bulan Ramadan kita juga perlu pemanasan. Agar waktu Ramadan kita sudah biasa melakukannya. Baik itu shalat malam, puasa, tilawahnya dan lain sebagainya.

Pemanasan bisa kita lakukan pada bulan Sya’ban atau Safar. Mulai bulan ini, kalau biasanya kita qiyamul lail 2 rakaat saja maka kita tingkatkan. Bisa per pekan nambah 2 rakaat. Tilawah yang biasanya 2 lembar, bisa kita tinggatkan sedikit demi sedikit jadi 1 juz per hari dan lain sebagainya.

  • Sounding (Ajak bicara, red) anak

Bagi busui (ibu menyusui, red), cara ini bisa kita mulai sekarang. Sesering mungkin kita ajak bicara anak kita. Misal, “Bentar lagi Ramadan, Nak. Bunda harus puasa karena ini perintah Allah. Dedek harus sabar, ya…. Nanti, kalau siang makan bubur saja. Malamnya bisa ng-asi lagi.” Atau yang lainnya, mesti emak-emak lebih pintar buat kata-kata.

Sounding juga diperlukan untuk anak yang mulai belajar puasa. Mulai saat ini sering ajak anak ngobrol tentang puasa. Asyiknya puasa, keutamaannya atau kasih kisah-kisah yang berkaitan dengan puasa.

  • Bumbu instan

Maksudnya bukan bumbu instan yang dijual di toko yang penuh dengan pengawet atau penyedap dan yang lain lho, Mak. Tapi bumbu instan yang kita buat sendiri. Lalu kita masukin plastik kecil-kecil sesuai porsi masak lalu kita taruh di freezer (lemari pembeku, red). Seperti bumbu merah, bumbu kuning atau bumbu putih. Agar nanti waktu menyiapkan sahur dan buka tidak memakan banyak waktu.

  • Baju baru

Bagi yang punya tradisi beli baju lebaran, ternyata hal ini cukup menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan uang kita, lho. So, alangkah baiknya kalau hal ini bisa kita siapkan sebelum masuk bulan Ramadan.

  • Kue lebaran

Kue lebaran kan biasa lumayan awet, lah ya. Beli kue lebaran juga bisa. Kita siapkan sebelum Ramadan. Iya, beli saja. Tidak perlu idealis harus bikinan sendiri. Jangan malah 10 hari terakhir sibuk bikin kue.

Mungkin ini, ya Mak, persiapan Ramadan kita. Persiapan lain bisa ditambahkan masing-masing sesuai kebutuhan

Penulis: Tri Suparmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here