Perang Gerilya di Tanah Rencong (Bagian 1)

0
10 views

Kiblatmuslimah.com – April 1873, Belanda siap siaga mengadakan Perang Salib di tanah Rencong, Aceh. Sekitar 30 kapal dan 3.000-an serdadu dikerahkan. Pasukan ini dipimpin Mayjen J.H.R Kohler. Sementara itu, pasukan Aceh menyambut mereka dengan mengumandangkan kalimat tauhid dan takbir dalam rangka jihad di jalan Allah.

Perang Aceh berkobar pada tahun 1873-1912. Bagi Belanda, perang itu dimotivasi oleh 3G (Gold, Glory dan Gospel) serta semangat Perang Salib. Sedangkan bagi masyarakat Aceh, perang itu merupakan Perang Sabil.

Perang itu bermula ketika Belanda ingin memperluas kekuasaan di Aceh. Aceh pun berusaha mendapatkan bantuan dari Turki. Ketika bantuan Turki datang, Aceh diancam Belanda. Namun, usaha itu gagal. Belanda khawatir, lalu mengirimkan kapal perang ke Aceh.

Agar cita-cita Belanda tercapai, penjajah kafir ini meminta supaya Sultan Mahmud Syah mengakui kedaulatannya. Permintaan itu ditolak Sultan. Kaena itu, Belanda kemudian menyatakan perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873.

Pada bulan April 1873, Belanda menyerang Aceh dengan membom Kutaraja. Pertempuran berkobar. Sasaran pertama Belanda adalah Masjid Raya. Belanda lalu melaju ke arah istana. Namun, Aceh berhasil memukul Belanda. Akhirnya Belanda menambahkan pasukan sampai dua kali lipat yang didatangkan dari Jawa.

Pertempuran berkobar kembali pada Desember 1873. Pasukan Aceh terdesak, Sultan Mahmud Syah menyingkir dari istana. Akhirnya istana dapat diduduki Belanda pada tanggal 24 Januari 1874.

Bersambung….

Peresume: PramudyaZeen

Referensi: Anwar. Perang Gerilya di Tanah Rencong. Edisi 123. Rabiul Akhir-Jumadi Ula 1437H/Februari 2016. Solo: Majalah An Najah. Hal: 28-29.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here