Penantian….

0
171 views

Kiblatmuslimah.com – Sebuah kata yang mungkin menimbulkan banyak persepsi. Apalagi penantian tersebut mengarah kepada hal-hal yang sangat diharapkan dan diinginkan. Pasti akan muncul perasaan resah, gelisah, keragu-raguan, ketidakpercayaan. Bahkan rasa putus asa. Padahal ia telah memohon kepada Rabb-nya,

 

Meminta tolong sampai menangis air mata. Merintih sedih sampai tak kuasa melakukan apa-apa. Karena ia hanya manusia biasa. Ia hanya sang hamba yang penuh alpa dan juga dosa.

 

Resah, karena itu berarti garis keturunan akan terputus.

Gelisah, karena itu berarti tidak ada seseorang yang menjadi penyejuk mata dan hati.

Keragu-raguan, karena Rabb Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui tak kunjung jua mau mengabulkan.

Ketidakpercayaan, karena bagaimana mungkin Ia Yang Maha Pengabul Doa tak segera memenuhi hajat hamba-hamba-Nya.

Putus asa, karena segala usaha tidak membuahkan hasil kecuali sia-sia belaka.

 

Tapi tidak!

Segala resah, gelisah, keragu-raguan, ketidakpercayaan bahkan putus asa pasti tidak akan menetap dan menjadi prasangka seorang muslim/muslimah pada Rabbul ‘Izzati mereka. Seorang muslim/muslimah yang baik akan berkata:

“Ini sudah ketetapan dari Rabb-ku. Ini yang terbaik untukku. Aku akan usahakan dan terus merayu keputusan-Nya sampai Ia berkata ‘Iya’.”

 

Bagaimana mungkin tidak?

Mereka akan selalu mencari-cari alasan untuk tetap menetapkan prasangka husnudzan pada Rabb-nya. Mereka tidak akan pernah melupakan kisah Nabi Zakariya. Di saat masa senja, sang istri yang berusia 90 tahunan, Allah ilhamkan sebuah kehamilan untuknya setelah penantian sekian lamanya. Lahirnya sesosok Yahya, yang dinamai langsung oleh Rabb kita yang juga sekaligus Rabbnya Zakariya. Rabb yang satu yang tak berganti-ganti sampai kapanpun. Kita beriman tidak boleh hanya sekedar mengandalkan nalar. Jika kita mengandalkan nalar sebagaimana orang-orang liberal, binasalah kita.

 

Lalu bagimana mereka mau menjawab?

Ketika ada seorang nenek-nenek berusia 90 tahun datang ke klinik dan berkata, “Bu Bidan, saya izin periksa kandungan ya”.

 

Memang itu tidak mungkin bagi kita, namun sangatlah mungkin bagi Sang Penguasa Semesta.

Dan ini semua hanya berlaku bagi orang-orang yang yakin saja.

 

Maka bersabarlah atas segala ketentuan dari Rabb kita! Maka bersabarlah atas segala ujian yang menimpa! Maka bersabarlah atas kehadirannya!

Kita berdoa 1 bulan tak dikabulkan sudah berani mengatakan, “Aku kecewa. Segala doaku sia-sia. Ia tidak mau mendengar dan mengabulkan doaku.” Padahal Zakariya tidak tanggung-tanggung dalam meminta dan meniti penantian. 90 tahun akhwatii, ia menanti bersama sang istri. Selama panjangnya penantian itu, beliau hanya berkata, “…وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا”

“Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Wahai Tuhanku”.

 

Oleh: Enggar Yuhana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here