Pemuda, Muda dan Beda

0
102 views

Kiblatmuslimah.com – Ahad (30/09/2018), Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (LDM-PM-UMS) menyelenggarakan talkshow tentang pemuda. Acara dilaksanakan di masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS dengan pembicara dr. Tiar Anwar Bachtiar M.Hum dan ust. Moch. Ridwanullah.

“Kami mengambil tema pemuda karena pemuda hari ini, zaman di era digital yang semakin instan. Bagaimana caranya agar para pemuda memanfaatkan potensinya di waktu muda untuk perjuangan Islam?” terang salah satu panitia acara.

  1. Tiar Anwar Bachtiar M. Hum memulai dengan menceritakan masa mudanya. Aktivitas demi aktivitas dijalani tanpa memerlukan jeda lama untuk istirahat. Begitu semangatnya, sampai harus masuk rumah sakit karena badan butuh istirahat. Semangatnya terus menggebu-gebu.

“Pemuda hari ini diserang pemikirannya. Bukan untuk berpikir secara mendalam, tetapi didangkalkan pikirannya. Dulu kami biasa di dalam kelas itu berdiskusi marxisme dan yang lainnya. Tapi bagaimana mahasiswa sekarang? Jarang ada yang diskusi dengan tema berat. Karena mereka sudah terbiasa untuk tidak mikir secara mendalam,” ulas dr. Tiar Anwar Bachtiar M. Hum.

Ust. Moch. Ridwanullah turut menceritakan kisahnya yang baru saja berlalu, usianya terbilang masih muda. Ia pernah disiram kopi karena tidak lancar setorannya. Sebulan masih talaqqi surat Al-Fatihah. Kejenuhan itu datang namun segera ditepis dengan mengingat sebuah ayat. “Kalau kita berpegang teguh pada agama Allah, maka Allah akan menolong,” kata ust. Moch. Ridwanullah.

Pesan ust. Moch. Ridhwanullah kepada para pemuda agar mencari ilmu langsung dari pemiliknya, bertatap muka, bukan hanya dari google. Ilmu dicari harus dengan perjuangan, di situ keberkahannya. Bukan dengan menunggu ilmu datang. Kemudahan yang tersedia hari ini membuat kita semakin malas.

“Carilah ilmu seluas-luasnya dan jangan takut bercita-cita. Entah kapan waktu tercapainya. Tapi targetkan dulu, tulis cita-cita itu. Dulu saya ingin nama saya ada di dalam majalah. Sejak SMP saya berusaha menulis dan akhirnya waktu SMA bisa masuk majalah lokal. Akhirnya muncul lagi keinginan, ingin nama saya muncul di buku-buku, akhirnya terus belajar. Alhamdulillah semuanya tercapai,” pungkas dr. Tiar Anwar Bachtiar M. Hum.

 

Reporter: Daffa An-Nuur

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here