Pelitnya Orang yang Enggan Bershalawat

0
54 views

Kiblatmuslimah.com – Dalam  syahadat, kita mempersaksikan sebuah pernyataan keimanan kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul, utusan Allah. Ketika shalat, kita sebut nama beliau dalam tasyahud. Setiap azan dilantunkan, kita dengar namanya berkumandang. Dalam doa sesudah azan, kita sebut pula nama dan doa untuknya. Sebuah kemuliaan yang diberikan Allah hanya pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang.

Namun, seringkali hanya sekedar lewat kita mendengar nama beliau disebut. Tak ada makna yang terikat pada diri kita. Padahal, bershalawat padanya adalah tuntunan ibadah. Bahkan Allah dan malaikat pun bershalawat untuknya dan memerintahkan orang-orang mukmin untuk bershalawat kepada beliau.

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56)

Syaikh Salim Ied Al-Hilaly menjelaskan bahwa yang dimaksud shalawat Allah adalah puji-pujian-Nya kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang dimaksud shalawat para malaikat adalah doa dan istighfar. Sedangkan yang dimaksud shalawat dari umat beliau adalah doa dan mengagungkan perintah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Shalawat kepada Nabi merupakan salah satu bentuk ibadah yang agung. Karena itulah, salah satu bukti cinta kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan memperbanyak shalawat di setiap waktu dan tempat, terlebih-lebih pada saat zikir pagi dan sore, serta pada hari Jum’at.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa memohonkan shalawat atasku sekali, Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali.” [HR Muslim, no. 408, dari Abu Hurairah].

Demikian pula saat disebut nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita dianjurkan untuk membaca shalawat. Anjuran ini berdasarkan hadits, “Celakalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bershalawat untukku.” (HR. Ahmad 7451, Turmudzi 3545).

“Orang yang bakhil adalah orang yang ketika namaku disebut, dia tidak bershalawat untukku.” (HR. Ahmad 1736).

Hadits di atas merupakan anjuran untuk bershalawat terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila kita menyebut maupun mendengar nama beliau disebutkan. Selain itu, ketika ada yang  menyebut atau mendengar nama beliau, tetapi ia tidak mengucapkan shalawat, maka dia adalah orang yang bakhil (kikir/pelit).

Jangan mau jadi orang pelit, yuk baca shalawat saat mendengar nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca shalawat juga saat menyebut nama beliau. Basahi lisan dengan membaca shalawat setiap kali nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan.

Penulis: @vikastubi

Editor: UmmA

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here