Mu’adzah Binti Abdullah

0
533 views

Kiblatmuslimah.com – Beliau merupakan budak perempuan dari Abdullah bin Ubay bin Salul. Berkaitan dengan dirinya turunlah ayat:

“Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi”. (An-Nur: 33)

Abdullah bin Ubay bin Salul selalu memaksanya untuk melakukan hal yang keji (pelacuran). Meskipun ia berada di bawah kekuasaan Abdullah bin Ubay bin Salul. Namun, ia menolak melakukan perbuatan keji itu karena dirinya telah memeluk Islam dan berbaiat kepada Nabi.

Abdullah bin Ubay bin Salul selalu memukuli Mu’adzah demi memaksanya untuk melakukan pelacuran dengan tawanannya. Dengan harapan ia akan hamil sehingga Abdullah bisa mengambil tebusan darinya. Itulah keuntungan duniawi yang disebutkan Allah pada ayat di atas.

Demikianlah Mu’adzah, seorang wanita muslimah yang menjaga kesucian dan kemuliannya. Hingga sejarah pun mengenangnya dengan kesucian diri dan kemuliaan. Meski ia hanya seorang hamba sahaya, bukan wanita merdeka.

Sungguh Allah telah memuliakan wanita ini. Hingga turunlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan dirinya. Yang mana ayat tersebut menjelaskan tentang penolakannya terhadap perbuatan zina. Sebab dia adalah seorang wanita muslimah yang telah dididik oleh Islam dan mengetahui tentang kewajiban menjaga kesucian diri dari hal-hal yang hina.

Apakah para pemudi Islam yang merdeka telah meneladani wanita suci ini? Sehingga mereka bertekad kuat untuk menjaga kesucian dirinya dan menutup aurat serta berakhlak mulia.

Semoga sejarah dapat mengingatkan mereka tentang hal tersebut melalui kisah yang baik. Karena keislaman dan ketaatan itu akan mengangkat derajat wanita muslimah yang berpegang teguh kepada keduanya. Hal tersebut akan tercatat dalam sejarah sehingga namanya akan tertulis dengan tinta cahaya bahwasanya dia adalah seorang wanita muslimah yang mulia. Oleh karena itu, penuhilah perintah untuk menjaga kesucian diri yang berupa perintah berhijab.

Wahai saudariku, sungguh Penciptamu lah yang telah memerintahkan hal tersebut. Allah Ta’ala  berfirman:

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (Al-Ahzab: 59)

 

*Peni Nh

 

Sumber:

Ummu Isra’ Binti Arafah. 2017. 66 Muslimah Pengukir Sejarah (hal.61-63). Solo: PT. Aqwam Media Profetika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here