Mitos dan Fakta Seputar ASI

0
66 views

Kiblatmuslimah.com – ASI merupakan formula sakti yang Allah berikan kepada seorang ibu sebagai bekal untuk masa pertumbuhan bayinya. Dilihat dari kandungan nutrisinya, ASI masih merupakan makanan terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan.

ASI mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, air, dan enzim yang sangat dibutuhkan tubuh. Sehingga ASI mengurangi resiko berbagai jenis kekurangan gizi. Selain itu, ASI juga mengandung semua jenis asam lemak penting yang dibutuhkan bagi pertumbuhan otak, mata, dan pembuluh darah yang sehat.

Ada banyak sekali manfaat ASI bagi bayi. Di antaranya, ASI kaya akan antibodi sehingga kekebalan tubuh bayi meningkat. ASI mengandung faktor pematangan usus bayi, zat pembentuk kecerdasan juga banyak terkandung dalam ASI. Masih banyak lagi keunggulan-keunggulan yang terdapat dalam ASI.

Di samping banyaknya manfaat ASI, ada mitos yang berkembang terkait seputar ASI. Mitos tentang ASI dan menyusui dapat mengurangi rasa percaya diri ibu. Berikut mitos tersebut serta fakta yang mematahkannya:

  • ASI harus dibuang dulu, baru disusukan. Alasannya ASI yang keluar tersebut ASI lama/ basi. Faktanya ASI yang langsung diminumkan tidak pernah basi. Bahkan ASI yang keluar pertama kali biasa disebut colostrum dan mengandung banyak sekali antibodi sehingga sangat baik untuk sistem pertahanan tubuh bayi.
  • Bayi yang sering diberi ASI sering kelaparan dibanding susu formula. Faktanya ASI lebih mudah dicerna daripada susu formula sehingga bayi mudah lapar. Sebaiknya bayi baru lahir disusui setiap 2 jam.
  • Istirahat memberi ASI dapat membantu produksi susu lebih banyak. Faktanya lebih banyak ASI diberikan, lebih banyak pula ASI yang dihasilkan.
  • Payudara kecil tidak dapat menghasilkan banyak air susu. Faktanya payudara kecil maupun besar sama-sama menghasilkan air susu yang cukup untuk bayi.
  • ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja. Faktanya ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif.
  • Sementara ASI belum keluar dapat diganti dengan susu formula atau madu. Faktanya pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan resiko terganggunya usus bayi yang belum siap.
  • Jika bayi menangis terus berarti ASI kurang. Faktanya bayi menangis bukan hanya karena lapar, bisa karena kedinginan, mengompol, BAB atau yang lainnya.
  • Jika ibu sakit, bayi akan tertular. Faktanya saat ibu sakit, tubuh ibu membentuk zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit. Bila ibu sakit flu sebaiknya saat menyusui memakai masker agar lebih melindungi bayi dari tertularnya virus.

Itulah sebagian besar mitos yang berkembang di masyarakat terkait ASI. Semoga dengan disampaikannya fakta yang mematahkan mitos tersebut dapat membuka pengetahuan yang telah salah beredar. Tak ada yang bisa menandingi nutrisi ASI. Jangan sia-siakan pertumbuhan bayi dengan tidak memberikan ASI. Tetap percaya dirilah bahwa Anda pasti bisa menyusui.

Untuk suami dukunglah istri Anda untuk menyusui dengan membantu hal-hal kecil. Niscaya dapat membantu ibu untuk memberikan ASI kepada bayi. Hal ini sering disebut breast feeding father, yaitu suami memberikan dukungan penuh kepada istrinya dalam proses menyusui. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk menjaga kedekatan ayah dan anak sehingga keluarga pun akan semakin harmonis.

 

*Fauza R, Amd.Keb

 

Sumber:

Suryoprajogo, Nadine. 2009. Keajaiban Menyusui. Yogjakarta: Keyword

http://pelancarasi.net/cara-penyimpanan-asi-perah-yang-baik-dan-benar/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here