Menuju Keluarga Sakinah (Bagian 1)

0
62 views

Kiblatmuslimah.com – Keluarga bisa terwujud jika ada yang namanya pernikahan. Pernikahan itu diawali dari mengucap beberapa patah kata ajaib yang berupa ijab qabul. Pernikahan bisa mengubah yang haram menjadi halal. Status yang awalnya lajang menjadi suami ataupun istri. Jika setelahnya Allah mengaruniai anak, maka berubah status menjadi orang tua.

Setelah menikah, seorang laki-laki akan menjadi pemimpin dalam keluarga, sedang wanita menjadi seorang istri. Keduanya harus saling melengkapi, bukan mencari dan mengomentari kekurangan pasangan, tidak pula untuk saling menyaingi.

Ibarat sebuah bangunan, tidak akan bisa berdiri sendiri, satu sama lain harus saling melengkapi agar menjadi kokoh. Jika istri maupun suami tidak tahu hak dan kewajibannya, maka keluarga yang dibina akan hancur.

Runtuhnya suatu bangsa, diawali hancurnya rumah tangga. Masalah besar dari hancurnya rumah tangga ialah masing-masing anggota keluarga tidak tahu memosisikan diri dalam keluarga, tidak paham akan hak dan kewajibannya.

Subhanallah, menikah itu tidak semudah yang kita bayangkan. Kita akan menanggung banyak sekali status. Jika kita menikah tanpa ilmu, maka sama saja kita mengarungi derita dalam rumah tangga, bahkan kita bisa stres jika tidak bisa menghadapi masalah.

Doa adalah senjata kaum mukmin dalam menghadapi masalah. Ada tiga macam doa yang mustajab dan langsung diijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Salah satu di antaranya adalah doa orang tua kepada anaknya. Ini jangan dianggap main-main karena oleh Allah diberi kekuatan yang luar biasa. Rugi jika kita tidak bisa menggunakan kekuatan ini dalam mengarungi rumah tangga. Kadang kala anak-anak kurang berakhlak karena kita kurang menggunakan fasilitas doa yang diberikan oleh Allah.

Penulis: Prima ummu Aisy

Sumber: Abdullah Gymnastiar. 2002. Menuju Keluarga Sakinah. Bandung: MQS Pustaka Grafika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here