Menolong Suami Birrul Walidain

0
185 views

Kiblatmuslimah.com – Menjadi kewajiban seorang laki-laki berkhidmat kepada orang tuanya walau sudah menikah. Beda dengan kita, wanita. Perwalian yang semula dipegang oleh sang ayah, otomatis bergeser ke suami, setelah kita menikah.

Karena suami masih berpredikat ‘anak orang tuanya’, terlampirlah sejumlah kewajiban lain selain sebagai pencari maisyah bagi keluarga intinya.

Kewajiban sebagai anak terhadap orang tua masih tersemat dan ini harus dipahami para istri. Jika tidak, bisa saja terjadi kisah-kisah serupa Al-Qomah.

Tidak ayal bahwa perseteruan terjadi bukan lantaran kita dengan mertua, namun adakalanya suami dengan orang tuanya sendiri. Banyak faktor. Beda tashawur dalam din, skala prioritas, atau bisa jadi dalam cara menerapkan pendidikan kepada anak-anak kita.

Ideal memang, anak yang telah menikah memiliki tempat tinggal sendiri sebagai wujud kemandirian, kemapanan dan menerapkan teori-teori yang telah dipelajari. Juga totalitas pengabdian istri terhadap suami akan lebih terwujud sempurna. Tentu saja berharap akan terjadi kehidupan keluarga yang lebih baik daripada orang tuanya.

Perlu disadari oleh para istri bahwa walau sudah punya tempat tinggal sendiri yang mungkin terpisah, suami tetap harus menjaga hubungan baik dengan orang tuanya. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan:

  1. Tetap ingatkan suami untuk rutin mengunjungi orang tuanya. Rutin mengirimi nafkah, dan membantu segala sesuatu yang dibutuhkan orang tua. Walau kita sendiri juga telah sibuk dengan semakin banyaknya anak-anak yang terlahir.
  2. Sang istri hendaklah bisa menjadi penengah manakala terjadi perseteruan antara suami dan orang tuanya, bukan malah memerciki api kecil dengan minyak tanah dan semakin memperuncing masalah.
  3. Tutupi aib-aib suami di hadapan orang tuanya, bukan malah membuka lebar-lebar kekurangannya.

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

“Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula Anda membentuk pakaian untuk mereka.” (QS. Al Baqarah: 187)

  1. Selalu mendorong suami untuk tetap birrul walidain.

وَبَرًّابِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًاعَصِيًّا

“Dan seseorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14)

  1. Kita perlu mengalah dalam beberapa hal agar suami lebih sempurna dalam birrul walidain.
  2. Doakan suami dan orang tuanya, agar bisa masuk jannah bersama.

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ >>. قِيلَ مَنْ يَا >> رَسُولَ اللَّهِ قَالَ << مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَالْكِبَرِأَحَدَهُمَا << أَوْكِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Sungguh hina) seseorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)

Dan tentu masih banyak yang bisa kita lakukan sebagai istri. Pada intinya, jangan halangi suami untuk berkewajiban terhadap orang tuanya. Tolonglah suami dalam rangka itu. Insya Allah, akan dibalas sejurus dan sebanding dengan pengorbanan kita.  Aamiin.

 

Penulis: Yasmin Al Asyfaqo 30092018

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here