Menjadi Muslimah Tegar di Zaman Modern (Bagian 2)

0
201 views

Baca Sebelumnya Menjadi Muslimah Tegar di Zaman Modern (Bagian 1) 

Kiblatmuslimah.com-Ada berbagai cara agar kita kuat menghadapi fitnah di zaman modern ini. Mari kita simak bersama…!

1. Mendekati Alquran.

Hal yang pertama kita lakukan adalah hendaklah selalu dekat dengan Alquran. Selalu membaca dan mentadaburinya, kalau bisa juga menghafalkan. Karena Alquran merupakan sumber ketegaran pertama. Alquran adalah cahaya Allah yang terang dan tali Allah yang kokoh. Barang siapa yang berpegang teguh kepadanya dan mengamalkanya maka Allah akan menyelamatkan.

2. Iltizam dengan syari’at dan amal shalih.

Allah Ta’ala berfirman, “Allah menegarkan orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh di kehidupan dunia dan akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang dzalim dan mengerjakan yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).

Ayat di atas sangat jelas bahwa hanya orang-orang yang beriman yang diedarkan perkataannya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu mengokohkan ucapannya walaupun ia hidup di zaman modern ini. Zaman di mana segala fitnah merajalela. Tetapi ucapan orang beriman selalu kokoh tanpa ada rasa takut, karena dia merasa di dalam kebenaran. Sebaliknya Allah akan menyesatkan orang-orang dzalim dan pasti mengadzab mereka.

3. Berdoa

Doa adalah senjata yang paling ampuh bagi manusia. Berdoa merupakan ciri orang yang beriman. Karena mereka yakin bahwa dengan doa, Allah pasti akan mengabulkan yang diminta hamba-Nya. Apabila kita dalam keadaan disudutkan atau terdzalimi dalam menghadapi fitnah akhir zaman, janganlah melupakan Allah. Justru di saat seperti itu, kita selalu ingat Allah. Memohon kepada Allah, agar dikuatkan iman kita. Sebagaimana doa yang selalu sering dibaca Rasulullah: « يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِك

“Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

4. Dzikir kepada Allah

Banyak berdzikir kepada Allah. Dengan berdzikir, hati akan menjadi tenang. Sebagaimana firman Allah

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

5.Tarbiyah

Hendaklah kita selalu menarbiyah diri dan keimanan. Sering membaca kisah sahabat yang selalu tegar dalam menghadapi penyiksaan di Makkah, bisa memperkuat keimanan kita.

Bagaimana Bilal, keluarga Yasir, para sahabat yang lemah dan yang “berkelas”, tegar ketika diembargo orang-orang Quraisy dan berada di tempat terpencil?

Bilal ditindih batu di bawah terik matahari. Keluarga Yasir disiksa dengan kejam sampai meninggal. Tapi keyakinan mereka tak tergoyahkan, karena yakin berada di jalan kebenaran. Mereka sangat tegar dalam menghadapi siksaan itu karena tarbiyah yang mendalam dari pelita kenabian Rasulullah yang mencermelangkan kepribadian.

6. Yakin dengan Jalan Kebenaran

Tidak diragukan, jika keyakinan da’i kepada jalan kebenaran yang ia tempuh semakin kuat, maka ketegarannya semakin besar.

7. Aktif Berdakwah di Jalan Allah

Di antara aktivitas yang paling menggerakkan jiwa adalah berdakwah di jalan Allah Ta’ala. Dengan berdakwah, seluruh potensi akan muncul dan karya-karya besar akan terealisasi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka karena itu, serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu.” (QS. Asy-Syuara: 15)

Selain menjanjikan pahala besar, dakwah merupakan salah satu sarana ketegaran dan tameng dari kemunduran.

8. Berteman dengan Orang-orang Shalih

Mencari ulama, orang-orang shalih, dan da’i yang beriman, serta berada di sekitar mereka itu merupakan salah satu kiat agar kita senantiasa tegar di atas jalan dakwah. Sudah sekian banyak fitnah terjadi dalam sejarah Islam, namun Allah menegarkan kaum muslimin dengan perantaraan beberapa ulama.

Ali bin Al-Maidani rahimahullah berkata, “Allah memuliakan Islam dengan Abu Bakar pada saat terjadi gelombag kemurtadan, dan Imam Ahmad pada saat fitnah (pendapat bahwa Al-Qur’an itu makhluk).”

Di sini ukhuwah Islamiyah terbukti menjadi salah satu sarana penting ketegaran.

9. Yakin akan Pertolongan Allah dan Masa Depan adalah Milik Islam.

“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut-pengikut yang bertakwa. Mereka tidak lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar….” (QS. Ali Imran: 146)

10. Merenungkan Kenikmatan Surga dan Siksa Neraka serta Mengingat Kematian

Surga itu negeri kebahagiaan, pelipur lara dan terminal pengembaraan orang-orang beriman. Jiwa memiliki kecenderungan tidak mau berkorban, beramal, dan tegar kecuali dengan imbalan yang meringankan musibah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan kiat mengingatkan surga untuk menegarkan para sahabat. Pada suatu hari, Rasulullah berjalan melewati Yasir, Amar, dan Sumayyah yang sedang disiksa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sabarlah wahai keluarga Yasir, karena tempat kalian kelak adalah surga.” (HR. Al-Hakim)

Mengingat kematian juga dapat membentengi kaum muslimin dari “kekalahan”. Sebab ia tahu kematian lebih dekat padanya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Perbanyaklah mengingat pemutus seluruh kenikmatan (kematian).” (HR. At-Tirmidzi)

Demikian cara-cara agar kita tegar dalam menghadapi fitnah di zaman modern ini. Mari berdoa, semoga Allah selalu menegarkan kita dalam menghadapi akhir zaman ini dan menjaga keimanan sampai akhir hayat. Aamiin.

Oleh: Fyrda ummu Farhat.

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here