Mengapa Ibu Tidak Bisa Menyusui Bayinya?

0
67 views

Kiblatmuslimah.com – Para ahli merekomendasikan setiap ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Meskipun hampir semua perempuan bisa menyusui, ada sejumlah ibu yang tidak bisa atau tidak disarankan menyusui bayinya.

Bisa jadi, seorang ibu tidak bisa menghasilkan persediaan ASI sehat, karena diharuskan minum obat atau menjalani perawatan medis yang tidak aman saat menyusui.

Ada juga beberapa kondisi medis yang tidak selaras dengan menyusui. Dalam kasus lain, bayi lebih baik tidak mendapatkan ASI sama sekali, baik dalam botol atau melalui payudara. Berikut alasan beberapa perempuan tidak bisa atau tidak boleh menyusui:

  1. Mempunyai pasokan ASI yang rendah

Pasokan susu yang rendah biasanya disebabkan kondisi tertentu. Dengan perawatan dan pengobatan tepat, beberapa masalah bisa diatasi, sehingga ibu dapat meningkatkan persediaan susu.

Namun, beberapa masalah tidak bisa diperbaiki dengan mudah. Beberapa penyebab persediaan susu ibu rendah, meliputi:

  • Jaringan kelenjar yang tidak mencukupi (payudara hipoplastik)
  • Sindrom ovarium polikistik/ PCOS (terganggunya fungsi ovarium pada perempuan yang berada di usia subur)
  • Hipotiroidisme (kelainan pada kelenjar tiroid)
  • Pernah operasi payudara sebelumnya, seperti mastektomi atau operasi pengurangan payudara, pengobatan radiasi untuk kanker payudara

Jika perempuan memiliki persediaan susu rendah, mungkin mereka tidak dapat menyusui secara eksklusif. Bayi harus diberikan susu formula atau donor ASI untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan nutrisinya.

Namun, menyusui bukan hanya sekadar nutrisi, sehingga Ibu tetap bisa meletakkan bayi ke payudara. Banyak bayi atau bahkan anak yang lebih tua usianya menyusui demi kenyamanan dan keamanan.

  1. Mengalami ketergantungan obat ilegal

Penggunaan obat-obatan terlarang semisal golongan narkoba selama kehamilan dan menyusui, sangat berbahaya bagi ibu dan anaknya. Obat akan masuk ke dalam ASI dan disalurkan ke bayi.

Saat bayi menerima obat terlarang melalui ASI, hal ini bisa menyebabkan iritabilitas, kantuk, pola gizi buruk, masalah pertumbuhan, kerusakan neurologis, dan kematian.

  1. Mengonsumsi obat-obat resep yang mengganggu pasokan ASI

Beberapa jenis obat yang diresepkan dokter dapat mengganggu pasokan dan kualitas ASI. Misalnya obat kemoterapi, antiretroviral, yodium radioaktif, beberapa penenang, obat kejang, yang dapat menyebabkan kantuk dan menekan pernapasan.

Begitu juga obat demam dan sinus yang mengandung pseudoephedrine dan beberapa jenis kontrol kelahiran hormonal.

Bicaralah dengan dokter sebelum memulai pengobatan bahwa ibu sedang menyusui. Jadi selalu cari alternatif yang aman untuk bayi.

  1. Menderita penyakit menular

Ada beberapa penyakit menular yang bisa memengaruhi ASI dan risiko penularannya melebihi manfaat menyusui. Kondisi ini meliputi:

  • HIV: Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Seorang ibu yang memiliki HIV dapat menyebarkan virus tersebut ke anaknya melalui menyusui dan air susu ibunya.

Karena AIDS tidak bisa sembuh, ibu yang positif HIV tidak disarankan menyusui. Namun pada beberapa kasus, pemberian ASI eksklusif (hanya 6 bulan) mungkin direkomendasikan.

  • HTLV: HTLV-1 adalah virus yang dapat menyebabkan leukemia dan limfoma. Virus sel limfotropik T 2 manusia (HTLV-2) dapat menyebabkan masalah otak dan paru-paru.

Virus ini tidak menimbulkan gejala sama sekali, tapi sudah tidak bisa disembuhkan. HTLV-1 dan HTLV-2 bisa melukai bayi melalui ASI. Bayi seharusnya tidak disusui ibunya.

  • Herpes di payudara: Herpes tidak dapat ditularkan ke bayi melalui air susu ibu, jadi selama herpes tidak ada di payudara, cukup cuci tangan sebelum menyentuh dan menyusui bayi. Namun, bila ada herpes aktif di payudara, menyusui sangat berbahaya. Virus herpes bisa mematikan bagi bayi.
  1. Kondisi bayi yang memang tidak bisa menyusui

Sebagian besar bayi bisa menyusui. Namun  bayi yang lahir dengan masalah kelahiran seperti prematuritas, bibir sumbing dan langit-langit mulut, kemungkinan besar kesulitan mengisap ASI langsung dari payudara Ibu.

 

Namun dengan kesabaran, waktu (bertambah usianya), dan bantuan/dukungan lingkungan, bayi-bayi ini bisa terus menyusui dengan sukses.

Setiap ibu dan bayi itu unik, begitu juga situasi menyusui. Jika ibu ingin menyusui, tapi kondisinya tidak memungkinkan, pasti hal ini akan sangat menyakitkan.

Tidak apa-apa jika ibu ingin marah atau sedih dan meluangkan waktu untuk menyalurkan emosi. Ingatlah bahwa bayi bisa mendapatkan nutrisi yang dia butuhkan dari ASI donor, susu formula bayi, atau susu formula khusus.

Bonding atau kelekatan koneksi juga akan kian menguat setiap kali ibu memegang bayinya, berbicara dengannya, menghiburnya, dan bahkan memberinya makan melalui botol.

Hanya karena ibu tidak bisa atau tidak boleh menyusui, tidak berarti ibu tidak mampu menjadi ibu yang hebat dan memiliki anak yang bahagia dan sehat.

 

 

*Tulisan ini pernah dimuat di http://nakita.grid.id/amp/0218941/5-fakta-medis-mengapa-ada-ibu-yang-tidak-bisa-menyusui-bayinya?page=all

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here