Memuliakan Ulama, Kunci Keberkahan Ilmu

0
60 views

Kiblatmuslimah.com Zaman semakin berkembang. Berbagai macam teknologi semakin memberi kemudahan dalam mengakses segala macam pengetahuan yang diinginkan. Permasalahan demi permasalahan mulai muncul dalam keseharian. Sehingga ilmu menjadi sebuah kebutuhan yang tak dapat dihindarkan.

Sayangnya, semakin mudahnya ilmu didapat, bukan membuat umat semakin bersatu dalam kebaikan. Namun malah saling menghujat dan menyalahkan. Merasa hanya ia yang paling benar. Bertambah ilmu memang, namun keberkahan ilmu menjauh bahkan hilang.

Ilmu adalah sesuatu yang sangat mulia. Tak cukup kata tuk melukiskannya, bahkan oleh para pujangga. Cukup segala yang ada menjadi buktinya. Seluruh jagad raya saja diperintahkan sujud pada manusia pertama karenanya. Sebagai bentuk memuliakan ilmu dan para pemiliknya.

Tak  hanya itu, ilmu merupakan pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya. Menempatkan manusia pada derajat yang begitu mulia.

Ayat yang pertama kali turun pun, bukan berkenaan dengan berbagai macam kewajiban ibadah. Namun justru perintah untuk membaca yang menjadi sarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Rasa hina yang timbul dalam hati, saat kebodohan disematkan kepada seseorang saja, cukup untuk membuktikan betapa mulianya keberadaan ilmu.

Salah satu bentuk dari memuliakan ilmu adalah memuliakan para pemilik ilmu, yaitu ulama. Karena mereka adalah pewaris para nabi. Rasulullah bersabda, “Dan sesungguhnya kemuliaan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sungguh ulama itu adalah pewaris para nabi dan para nabi tidak mewarisi dinar dan dirham, hanya mewarisi ilmu. Maka barang siapa yang mengambilnya, berarti ia telah mengambil bagian yang banyak.”

Namun sayangnya, banyak yang mengejar ilmu namun lupa mempelajari adab. Sehingga ilmu yang didapat tak memberi pengaruh pada jiwa. Terlebih adab kepada ulama. Menghormati ulama adalah syarat yang harus dipenuhi agar seseorang dapat memperoleh yang diinginkan dari ilmu. Barang siapa yang tidak menghormati ulama, keberkahan ilmu tak akan sampai kepadanya. Ilmu hanya akan mampir dan tidak menetap di hatinya, kecuali sedikit.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Aku adalah budak bagi siapapun yang mengajarkan padaku, meski satu huruf. Jika ia mau, ia dapat menjualku atau membebaskanku atau jika ia ingin, ia bisa tetap memperbudakku.”

Saudaraku…. Betapa ilmu adalah perkara yang tak bisa diremehkan. Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengilmui sesuatu sebelum melakukan. Agar kemuliaan dunia dan akhirat dapat diraih seperti harapan.

Namun yang lebih penting dari itu adalah menumbuhkan sikap menghormati kepada para ulama. Agar kita tak hanya memahami ilmu namun juga dibalut oleh keberkahan.

Wallahu a’lam bishshawab.

Penulis: Hannabillah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here