Membiasakan Makan Sederhana di Bulan Ramadhan

0
107 views

Kiblatmuslimah.com – Tak terasa tinggal sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah ini menjadi bulan spesial bagi muslimin di seluruh dunia. Mereka pun sibuk mempersiapkan segala hal untuk menyambut bulan ini. Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah makanan. Sekarang, mayoritas muslimin, terutama yang hidup di kota-kota menaruh perhatian secara berlebihan pada makanan.

Akibatnya mereka menghabiskan banyak waktu hanya untuk mempersiapkan dan menghidangkan makanan. Mereka duduk di sekeliling meja makan untuk memenuhi perutnya dan segala macam hidangan lezat. Banyak umat Islam yang mengeluhkan berat badannya terus bertambah. Sehingga sekian banyak biaya harus mereka keluarkan untuk program diet.

Lebih mengherankan lagi, pada pekan terakhir bulan Sya’ban seperti ini, kaum muslimin membanjiri pasar-pasar untuk menimbun berbagai jenis bahan makanan. Kaum muslim baik di kota maupun desa pada bulan Ramadhan makan lebih banyak daripada biasanya. Sebagian dari mereka terus-menerus makan dan minum tanpa henti, sejak berbuka sampai sahur. Bahkan ada yang sampai menunda shalat Maghrib, hanya karena masih sangat bernafsu menyantap makanan.

Sebagian kaum muslim pergi ke pasar dan menjumpai sayur-mayur segar lalu membelinya. Kemudian dia pergi ke tempat penjagalan hewan dan memilih daging segar lalu belanja. Demikian sebagian kondisi kaum muslim saat ini. Mereka tidak sibuk mengisi ruhnya dengan ibadah kepada Allah di bulan Ramadhan. Namun sibuk mengisi perutnya dengan berbagai macam makanan.

Untuk itu, institusi-institusi pendidikan di dunia Islam, khususnya keluarga muslim diharapkan mampu menanamkan kebiasaan baik kepada umat Islam. Yakni membiasakan makan secara sederhana, agar tidak menjadi budak perutnya. Karena orang yang banyak makan, minum, dan tidur akan kehilangan banyak nilai kebaikan.

Institusi-institusi tersebut mengadakan latihan yang salah satu tujuannya adalah membiasakan makan sederhana, meniadakan aneka ragam hidangan, dan melatih setiap muslim untuk tidak memenuhi perutnya dengan makanan. Karena hal ini bertentangan dengan sunnah Rasul. Satu hal yang sudah pasti adalah bahwa nafsu seks itu berkaitan erat dengan nafsu makan.

Sebagian dari ciri rumah yang Islami adalah tidak memperbanyak jenis hidangan dalam sekali makan. Ketika makanan hanya terdiri dari satu atau dua jenis, hal itu akan membantu dirinya untuk segera menjauhinya, setelah sepertiga atau paling banyak setengah dan isi perutnya terisi. Sedangkan kalau seorang muslim duduk di depan meja makan dengan delapan macam makanan terhidang lalu dia mencicipi itu semua, tentu hal tersebut akan memenuhi perutnya.

Kebiasaan kaum muslim dalam memburu minuman juga tak kalah memprihatinkan. Mereka selalu kekinian pada minuman-minuman terbaru yang sedang menjadi tren, misalnya es kepal Milo. Menyempatkan waktu untuk berburu es sudah menjadi kebiasaan. Bila tidak menemukannya, mereka akan terus merasa haus. Sementara itu yang lain ada yang gemar minum teh, kopi, atau soft drink. Jika semua itu tidak ada, mereka merasa galau. Padahal minuman yang terbaik adalah air putih.

*Peni Nh

Sumber: Khalid Ahmad Santut. 2011. Tarbiyah Askariyah. Solo: PT. Era Adicitra Intermedia. Hal. 105-107.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here