Masuknya Portugis ke Wilayah Nusantara (Bagian 2)

0
124 views

Kiblatmuslimah.com – Setelah menaklukkan Malaka, Portugis melakukan perjalanan melewati Laut Jawa. Sampailah mereka di Maluku, pulau penghasil rempah-rempah dunia. Portugis melakukan diplomasi yang apik tanpa memperlihatkan taringnya sebagai bangsa penjajah. Mereka melakukan hubungan perdagangan dengan para Sultan di Maluku. Kemudian meminta izin untuk mendirikan benteng dan tempat tinggal. Dengan mengharapkan laba besar dari hubungan tersebut, para Sultan mengizinkan.

 

Pada akhirnya Portugis menampakkan jati dirinya, memonopoli perdagangan rempah-rempah. Portugis melarang pedagang muslim untuk ikut serta dalam perdagangan rempah-rempah. Juga mengedarkan dan menjual minuman keras di kalangan penduduk muslim. Orang-orang Portugis mabuk dan membuat kerusuhan di pasar cengkeh Hitu.

 

Tahun 1523, Antonio de Brito datang ke Nusantara untuk mendirikan benteng di Ternate dan membawa beberapa biarawan Fransiscan. Portugis mulai menyebarkan agama Kristen Katolik Roma di Maluku dengan cara paksaan dan meniadakan toleransi beragama. Penduduk Maluku yang menganut agama Islam bangkit dan melakukan perlawanan kepada Portugis.

 

Penyebaran agama Kristen Katolik oleh Portugis kadang digencarkan pada hari Jum’at di saat kaum lelaki muslim shalat di masjid. Sasarannya kaum wanita dan anak-anak yang berada di rumah. Yang dapat meloloskan diri dari kepungan Portugis, terpaksa meninggalkan keluarganya. Peristiwa seperti ini pernah terjadi di beberapa wilayah Islam di pulau Ambon, di antaranya Negeri Lama (Pasolama), Suli, Wai dan yang lainnya.

Penulis: Daffa An-Nuur

Editor: UmmA

Referensi: Ust. Isa Anshari. 2017. Sengsara Tiba karena Riba. Majalah Islam Ar-Risalah. Edisi 197, halaman: 46-47.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here