Madyan yang Musnah

0
42 views

Kiblatmuslimah.com – Madyan tergolong bangsa Arab, menempati sebuah kota yang letaknya tidak berjauhan dari wilayah Mu’an di ujung negeri Syam (Syiria sekarang).

Kota ini tersohor dengan nama Madyan dengan danau kecil kaum Luth, searah dengan daerah Hijaz. Madyan terletak di dekat pantai Laut Merah, di tenggara Gunung Sinai, di daerah Yordania yang berbatasan dengan Palestina.

Madyan sebenarnya adalah nama orang. Menurut sejarah, Madyan adalah cucu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dari putra beliau Midyan. Terus berkembang dan akhirnya Madyan pun mejadi sebuah kabilah besar.

Kaum Madyan penuh dengan “kegelapan”. Kaum Madyan tidak menyembah Allah, tapi menancapkan hati dan harapannya kepada selain-Nya. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kaum Madyan menyembah kepada Al-Aikah.

Allah menurunkan utusan-Nya yaitu Nabi Syu’aib, agar kaum Madyan menuju cahaya keimanan. Di dalam kegelapan, pasti ada secercah cahaya. Sehingga hadir Nabi Syu’aib yang mempunyai nasab dan kedudukan terpandang di kalangan kaum Madyan.

Nabi Syu’aib ‘alaihis salam mempunyai kelebihan fasih berbicara. Sebagian ulama menyebut beliau sebagai khatibul ‘anbiya (orator para nabi).

Apa itu Al-Aikah?

Aikah adalah sebuah hutan kecil yang terdiri dari pepohonan yang rindang dan lebat di daerah itu. Kaum Madyan atau kaum Aikah menganggap hutan itu sebagai faktor penentu manfaat dan mafsadat dalam kehidupan sehari-hari.

Ada yang mengatakan bahwa Al-Aikah itu sebuah kaum tersendiri. Jika merujuk pada ayat Al-Qur’an, kedua umat ini berbeda, yaitu kaum Madyan dan kaum Al Aikah.

Dibuktikan dengan berbedanya azab yang ditimpakan.

Musnahnya Kaum Madyan dan Aikah

Kaum Madyan ditimpa gempa. “Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu’aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi. ” (QS. al-A’raaf: 91-92)

Azab kaum Aikah dengan gumpalan awan dari langit. Mereka berusaha mendekati awan tersebut untuk berlindung, ternyata panas luar biasa yang mereka rasakan selama tujuh hari dan air-air sumur mengering. “Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.” (QS. Asy-Syu’araa: 189)

Apakah sudah ditemukan bukti-bukti peninggalan keberadaan kaum Madyan dan kaum Aikah? Seperti apakah hutan Aikah yang dijadikan sesembahan? Wallahu a’lam bish shawab. Mari kita baca dan cari kembali.

Penulis: Umma Humam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here