Korean Wave dan Degradasi Keimanan

0
149 views

Kiblatmuslimah.com – Kuatnya arus globalisasi dalam bidang hiburan menjadi penyebab utama maraknya idolaisasi terhadap produk-produk hiburan impor, termasuk Korea. Korea (dalam hal ini Korea Selatan), sebenarnya juga merupakan korban hegemoni Barat. Hal tersebut bisa dipahami setelah melihat industri hiburan Korea yang banyak mengadopsi budaya Barat yang bebas. Sehingga, hal ini menjurus kepada imperialisme budaya Barat terhadap kebudayaan lain. Inilah yang disebut sebagai hegemoni Barat.

Menurut Antonio Gramsci, dominasi Barat terhadap budaya di negara-negara berkembang, bertujuan untuk memaksa mereka mengadopsi budaya Barat. Sedangkan Dr. Adian Husaini, seorang peneliti INSIST, menjelaskan bahwa salah satu misi dari hegemoni Barat terutama Amerika ialah mengekspor modernitas dan mempropagandakan konsumerisme. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan hegemoni Barat terhadap bangsa lain adalah untuk melanggengkan dominasi peradabannya.

Korean wave atau yang dikenal dengan Hallyu adalah istilah yang merujuk pada penyebaran ‘budaya’ Korea Selatan di seluruh dunia. Demam Korea ini disebarkan melalui Korea Pop Culture, baik melalui K-Pop (music), film, maupun serial televisi lainnya dengan menggunakan media massa (internet dan televisi) sebagai media penyebarannya.

Dalam bagian ini, kita tidak akan membahas tentang bagaimana kaitan antara Barat dan Korea dalam fenomena Korean Wave ini. Fakta bahwa media Barat sangat berjasa dalam mengangkat artis-artis K-Pop tersebut tidak bisa dielakkan. Namun, apa bahaya yang ditimbulkan dari fenomena ini?

Degradasi keimanan, baik dari sisi akhlak sampai akidah merupakan hal yang terjadi saat ini. Demam K-Pop merupakan bahaya laten yang menyerang umat Islam. Industri ini sudah menyentuh lapisan remaja-remaja muslim yang sejatinya masih dalam masa pertumbuhan, fisik maupun psikis.

Perang petisi dan gelontoran kata-kata kasar yang baru-baru ini terjadi merupakan salah satu contoh dampak idolaisasi figur yang keliru. Bayangkan saja, banyak di antara fans fanatik K-Pop mati-matian membela idolanya yang diprotes lantaran tampil di iklan dengan pakaian minim di jam tayangan anak-anak. Miris!

Virus ini telah berhasil menggeser standar kebenaran dalam pola pikir korbannya (K-Popers) dan menjadi tsunami yang sulit dibendung di tengah-tengah masyarakat. Akhlak para remaja muslim terkikis dan dengan mudah mengeluarkan kata-kata kasar kepada orang yang dianggap mengganggu idolanya. Terlebih, orang itu adalah orang yang lebih tua daripada mereka, seusia ibu mereka sendiri. Menyedihkan!

Ini baru soal kasus yang baru-baru ini terjadi. Belum lagi kalau membahas tentang remaja muslim rebutan menyentuh sedikit saja bagian tubuh idolanya saat konser. Atau mereka yang rela dipeluk dan dicium sang idola saat konser atas alasan fan service. Dimana moral anak bangsa? Dimana moral seorang muslim?

Dalam hal akidah, para penggemar fanatik itu tidak ragu-ragu menyerang seorang muslim dengan hujatan dan cacian demi membela idolanya yang notabene bukan seorang muslim alias kafir. Ini adalah contoh per-wala’-an (loyalitas) yang salah. Bahkan dikhawatirkan bisa sampai mengeluarkan seseorang dari Islam.

Allah berfirman dalam QS. An-Nisa (138-139):

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً .الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعا

 “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini menjelaskan makna “auliya” adalah penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin, dan idola. Adanya rasa simpati dan empati hingga menjadikan orang-orang kafir penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin, sampai idola bisa menyebabkan lunturnya iman seseorang. Hal tersebut juga bisa membuat seorang muslim menjadi orang munafik, seburuk-buruk kaum, yang dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa mereka akan menghuni dasar neraka.

Lagi pula, apa sih yang sudah diberikan para artis Korea itu kepada mereka sampai mati-matian membelanya?

Segala sesuatu pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, sekecil apapun itu. Apalagi tentang keberpihakan, sesuatu yang sangat penting dalam Islam. Tanyakan kepada mereka yang membela sang idola yang berpakaian mini itu. Apakah sang idola akan bisa membela mereka di pengadilan Allah kelak?

Penulis: Astriva Novri Harahap

Sumber: Kiblat.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here