Konstantinopel, Kota yang Dijanjikan (Bagian 3)

0
155 views

Baca sebelumnya Konstantinopel, Kota yang Dijanjikan (Bagian 2)

Kiblatmuslimah.com – Rombongan pertama dalam ekspedisi laut yang dikirim oleh Utsman bin Affan telah  berhasil membuka satu jalan menuju Konstantinopel dengan menaklukkan Cyprus (قبرص). Tak lama setelah pasukan pertama kembali, kaum muslimin kembali menyusun strategi untuk melanjutkan ekpedisi ini.

Ekspedisi kedua diberangkatkan atas permintaan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Perjalanan jihad ini telah ia impikan sejak Khalifah Umar bin Khattab berkuasa. Permintaan ini pun telah Mu’awiyah utarakan kepada Umar. Akan tetapi Umar bin Khattab tidak mengizinkannya dengan pertimbangan sulitnya medan dan khawatir akan kondisi terburuk yang akan mereka terima. Kini Mu’awiyah telah mendapatkan yang ia impikan, bahkan ia diutus sebagai panglima perang dalam ekspedisi kedua ini.

Dalam ekspedisi ini, Mu’awiyah bin Abi Sufyan dibersamai oleh istri tercintanya, Atikah binti Amir. Perjalanan menuju Konstantinopel masih sangat jauh. Masih ada beberapa pulau yang harus kaum muslimin lewati untuk sampai di sana. Meski demikian, pada ekspedisi kedua ini kaum muslimin mampu menaklukkan kota Rhudus.

Perjalanan menuju Konstantinopel tidak berhenti sampai di sini. Selesai menaklukkan Rhudus, ekspedisi ini dilanjutkan oleh pasukan ketiga yang dipimpin oleh Yazid bin Mu’awiyah. Abu Ayyub Al-Anshari, seorang anshar yang berumur 96 tahun ikut serta dalam pasukan tersebut. Setelah melewati Cyprus dan Rhudus yang telah menjadi wilayah kaum muslimin, pasukan ini mampu melanjutkan perjalanannya dengan mudah dan menepi di pesisir Cyzicus (Erdek-Bandirma) dan berhasil sampai di Konstantinopel.

Pasukan ketiga ini mengepung Konstantinopel lebih dari tiga tahun. Pada tahun ke-3 dari pengepungan tersebut, Abu Ayyub meninggal dunia. Sebelum meninggal, beliau sempat berwasiat kepada Yazid bin Mu’awiyah agar kelak dirinya dikuburkan di tempat paling dekat dari gerbang Konstantinopel. Beliau ingin mendengar riuhnya suara pedang sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang menaklukkan Konstantinopel.

Nubuwat Rasul atas sebaik-baik pemimpin itu ternyata tidak ditakdirkan pada Yazid bin Mu’awiyah beserta pasukannya. Nubuwat tersebut terealisasi selama kurang lebih 800 tahun setelah hadits tersebut terucap oleh Rasul.

Kota yang dijanjikan Rasul akan jatuh pada kaum muslimin di tangan sultan Mehmed II atau lebih masyhur dengan sebutan Muhammad al-Fatih. Sama seperti para sahabat, kegigihan Muhammad al-Fatih dalam menaklukkan kota tersebut didorong dari sebuah hadits yang menyatakan bahwa hanya sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang mampu menaklukkannya. Wallahu A’lam bish Shawab.

Oleh: Istiqomah Elhaura

Sumber: 

Tarikh At-Thabari

Al-Bidayah wan Nihayah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here