Kisah Mu’adzah Bagian 1: Lelaki Hebat di Belakangnya

0
65 views

Kiblatmuslimah.com – Mu’adzah binti Abdillah al-‘Adawiyyah dikenal juga sebagai Ummu Shahba. Beliau adalah salah seorang wanita yang berasal dari kota Basrah. Beliau termasuk dari kalangan tabiin dan perawi hadits.

Beliau terlahir dalam keluarga yang terbangun di atas pondasi iman dan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla yang begitu kuat. Hingga pada setiap sudut rumahnya tak pernah menyaksikan kecuali amal shalih yang senantiasa mengisi hari-hari keluarga tersebut. Keluarga yang senantisa hidup dalam naungan cinta kepada kebajikan.

Suami Mu’adzah bernama Shilah bin Asyyam al-‘Adawi al-Bashri, dikenal juga sebagai Abu Shahba. Dalam kitab Siyar A’lamin Nubala (4/509), disebutkan bahwa Shilah dan Mu’adzah termasuk dari kalangan tabiin. Beliau adalah tokoh ternama pada masanya, juga termasuk perawi hadits. Hasan al-Bashri dan Tsabit al-Bunani di antara ulama umat yang berguru kepada Shilah ini.

Ibnu Hazm rahimahullah menyebutkan dalam kitab al-Muhalla (4/321), salah satu hadits menyebutkan bahwa Mu’adzah memiliki suami bernama Shilah bin Asyyam yang zuhud dalam beribadah. Kebahagiaan rumah tangganya pun terasa lengkap dengan kehadiran anak-anak yang berbakti.

Mu’adzah al-‘Adawiyah sendirilah yang telah memberi kesaksian tentang keshalihan pribadi suaminya dengan berkata, “Tidaklah Abu Shahba mengerjakan shalat, melainkan setelah itu dia tak bisa kembali ke tempat tidurnya kecuali dengan merangkak.”

Abu Shahba pernah berkata, “Saya selalu mencari rezeki dari tempat-tempat yang halal. Seringkali saya merasa letih, (namun) yang saya dapat hanya cukup untuk satu hari (semata). Akan tetapi, saya tahu itulah yang terbaik untuk saya. Ketahuilah, seseorang yang dikaruniai rezeki yang cukup untuk hari ini dan esok, akan tetapi ia tidak merasa hal itu adalah yang terbaik baginya, maka dia adalah orang yang akalnya dangkal.”

Beliau juga pernah berkata, ”Demi Allah, saya tidak tahu kapankah saya merasa sangat senang. Apakah di waktu saya bersegera untuk berdzikir atau di waktu saya pergi untuk melakukan sesuatu kemudian saya teringat untuk berdzikir.”

Itulah profil singkat suami Mu’adzah. Teman hidup dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Bila di balik pria sukses ada wanita hebat yang senantiasa mendampingi, hal itu juga berlaku sebaliknya. Di balik shalihah dan kesuksesan  seorang wanita maka ada laki-laki hebat yang mendampingi.

Bersambung Kisah Kisah Mu’adzah Bagian 2: Shalat Malamnya

Penulis: Amalliyah

Editor: UmmA

Sumber:

Majalah As-Sunnah_Baituna No.04-05 Thn. XV Ed. Khusus 1432H/2011 M, rubrik Syakhshiyyah. Hal: 8-9.

www.doandzikir.wordpress.com

www.republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here