Kiprah Dakwah Muslimah

0
34 views

Judul: Kiprah Dakwah Muslimah

Penulis: Abdullah bin Ahmad bin al-‘alaf

Isi: 217 halaman

Penerbit: Pustaka Arafah

Peresensi: Tika

 

Kiblatmuslimah.com – Wanita adalah sumber fitnah terbesar bagi kaum laki laki. Di balik itu, semua wanita juga mempunyai potensi besar untuk menyokong kebangkitan Islam. Dakwah Rasulullah saw tidak luput dari peran wanita di sampingnya. Ummahatul mukminin Khadijah ra mempunyai peran besar terhadap dakwah beliau. Dia tidak hanya menyumbangkan seluruh hartanya saja namun tenaga bahkan nyawa.

Ingatah dengan sabda beliau tentang keutamaan Khadijah ra, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar kepadaku. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa”.

Sudah jelas bahwa risalah ini tidak jauh dari peran seorang wanita. Namun di zaman yang penuh fitnah ini kebanyakan wanita kehilangan rasa malunya dan mengedepankan hawa nafsunya. Mereka lupa akan tugas yang diemban yaitu berdakwah.

Dakwah bukan hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki saja, wanita pun punya andil. Dakwah  tidak terbatas hanya di rumah. Dalam lingkup kecil wanita juga bisa berdakwah di luar rumah dengan syarat tidak melanggar koridor syariat Islam.

Dakwah juga membutuhkanmu, wahai para daiyah. Engkau adalah pendidik umat ini yang akan menjadikan kembali generasi Khalid bin Walid dan Nusaibah bin Ka’ab, untuk kejayaan Islam.

Bangkitlah!!!

Di dalam dirimu terdapat potensi besar untuk menegakkan kalimat Allah. Jangan engkau terperdaya oleh “serigala-serigala” yang menjadikanmu barang murahan. Di zaman yang penuh fitnah ini, masihkah engkau berdiam diri?

 

Buku ini membahas metode berdakwah untuk seorang daiyah:

Kesatu, memulai dari diri sendiri. Inilah manhaj yang ditempuh para nabi. Berdakwah secara bertahap dimulai dari memperbaiki diri sendiri, keluarga lalu orang lain.

Kedua, berbekallah dengan ilmu. Dengan ilmu, seorang daiyah akan mengetahui mana yang boleh dilakukan atau tidak dalam syariat. Dalam penyampaian kepada orang yang kita dakwahipun, kita sudah punya hujjah untuk melarang mereka agar tidak melakukan hal yang bertentangan dengan syariat Islam.

Ketiga, akhlak. Nabi Muhammad saw membawa risalah ini dengan bingkai akhlak yang mulia. Bahkan beliau tidak dendam kepada orang yang mencaci maki beliau. dan engkau pun harus membingkainya pula dengan akhlak.

Keempat, apa manhaj perjuanganmu? Manhajmu adalah Alqur’an, as-sunnah dan generasi terbaik umat ini. Jangan biarkan perbedaan pendapat dan tata cara ibadah mencerai-berai dirimu. Perbedaan ada untuk saling melengkapi, bukan untuk saling memusuhi.

Poin-poin dalam buku ini mempunyai kelebihan yaitu banyak metode yang bisa diambil untuk para aktivis dakwah. Bagi daiyah, terutama yang sudah berumah tangga, ada cara membagi waktu antara pekerjaan rumah dengan dakwah. Agar muslimah menjadi pelopr dan penyokong kebangkitan Islam. Cara-cara tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kelemahan buku ini yaitu tidak terlalu banyak nukilan dalil dan kisah shahabiyah atau wanita yang berjuang untuk menyokong kebangkitan Islam.

Harapannya buku ini bisa membantu menjadi sumber alternatif untuk wanita berdakwah.

 

Previous articleMengejar Fatamorgana
Next articleManfaat Berkuda
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here