Kesurupan

0
850 views

Kiblatmuslimah.com – Kesurupan, bukan fenomena yang asing lagi di negeri yang sungguh lucu ini. Prespektif mistik menjadi sebuah perspektif kolektif. Semakin  klasik, semakin dicari. Terlepas dari prespektif mistik kolektif, satu hal yang menjadi fokus. Mencoba menilik kesurupan dalam prespektif keilmuan. Sebuah tinjauan kesurupan dari prespektif medis, psikologis dan religiusitas.

Kesurupan merupakan sebuah fenomena di saat seseorang mulai lepas kendali atas pikirannya sendiri, pandangan kosong, tingkah yang tidak logis, bahkan bicara tentang hal yang aneh, terkadang pita suarapun berubah. Kesurupan pun mampu hadir di sebuah komunitas dan menjadi kesurupan kolektif. Beberapa fenomena kesurupan kolektif sering menerpa sebuah komunitas yang memiliki permasalahan dan cara pandang serta kondisi psikologis yang serupa.

Tinjauan Kesurupan dalam Perspektif Medis

Dalam kacamata medis, kesurupan merupakan sebuah keadaan tak sadarkan diri atau lebih dikenal dengan trance. Definisi trance menurut beberapa ahli; Hinsie dan Campbel (1970), trance mempunyai persamaan arti dengan hipnosis, katalepsi dan keadaan ekstasi atau kekaguman. Dapat juga diartikan terlena. Cameron (1963), trance merupakan keadaan kehidupan separuh sadar (half-light) antara realita yang nyata dan fantasi yang gelap. Dalam PPDGJ III, gangguan ini digolongkan dalam gangguan dissosiasi. Adapun diagnosa menurut PPDGJ III yaitu adanya kehilangan sementara penghayatan identitas diri dan kesadaran terhadap lingkungan. Hanya gangguan trance yang involunter (di luar kemauan individu), tidak ada penyebab organik (epilepsi, cedera kepala, intoksikasi zat psikoaktif) dan bukan dari gangguan jiwa (skizofrenia, gangguan kepribadian multiple).

 

Solusi Kesurupan Menurut Medis:

Biasanya lebih pada penanganan farmakologi, yaitu pemberian injeksi anti depresan/anti anxietas agar lebih tenang.

Tinjauan Kesurupan dalam Perspektif Religiusitas

Islam mengantarkan paradigma kesurupan pada sebuah kondisi telah masuknya golongan jin pada tubuh manusia, hingga manusia kehilangan kontrol terhadap kesadaran.

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

Sesungguhnya  setan itu dapat berjalan pada tubuh anak adam melalui aliran darah

(HR. Bukhori dalam kitab Al Ahkam 7171)

الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

Orang-orang yang makan riba itu tidaklah berdiri (bangkit dari alam kubur), melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran tekanan/gangguan jiwa.
(QS. Al Baqoroh: 275)

Solusi Kesurupan menurut Agama:

Menurut Islam, solusi kesurupan dengan ruqyah syar’iyah. Ruqyah syari’ah yaitu dengan dibacakan ayat-ayat al-Qur’an, nama serta sifat Allah.

Tinjauan Kesurupan  dalam Perspektif Psikologis

Depth psychology atau psikologi dalam menemukan ketegangan antara hidup sadar dan tidak sadar. Caranya dengan menganalisa ketidaksadaran sebagai suatu lapisan psikologi manusia. Sebuah kajian psikoloanalisa C.G.Jung membagi ketidaksadaran dalam 2 lapisan, yaitu ketidaksadaran individu (stimuli dari pengalaman yang kemudian ditarik ke alam bawah sadar) serta ketidaksadaran kolektif (stimuli prespektif kolektif yang terbangun dalam sebuah komunitas yang sifatnya warisan).

Solusi Kesurupan menurut Psikologi

Solusi kesurupan menurut ilmu psikologi adalah dengan hipnoterapi dan pendekatan personal.

Penulis : Nana Bachria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here