Kejahatan Nushairiyah terhadap Ahlus Sunnah di Syam (Bagian 1)

0
150 views

Kiblatmuslimah.com – Pada tahun 1967, Asad menyerahkan Benteng Timur, dataran tinggi Golan dan garis pertahanannya kepada Israel. Pada tahun 1973, ia menarik pasukan Suriah di lebih dari 39 desa dan diserahkan kepada Israel sampai kepinggiran Damaskus. Ia juga mengeluarkan grasi untuk membebaskan mata-mata Yahudi.

Beberapa media massa mengungkap peristiwa tersebut. Keputusan ini ditandatangani olehnya dan meminta untuk tidak dipublikasikan. Selanjutnya menyatakan bahwa ia memerangi Yahudi

Pada tahun 1973 terjadi pertempuran karena masalah undang-undang sekuler dengan pemerintah dan para ulama. Hal ini menyebabkan puluhan ulama dipenjara dan dibebaskan pada tahun-tahun berikutnya. Permasalahannya adalah menghapus kata “agama negara adalah Islam” dari undang-undang. Itu memaksa para ulama untuk melakukan pemberontakan demi menuntut kembalinya kata tanpa makna tersebut.

Pada tahun 1975, tentara Suriah masuk ke Lebanon dan menghabisi kekuatan Islam yang menentang kaum Kristen serta melakukan banyak pembantaian di sana.

Pada tahun 1976, pasukan Suriah bekerja sama dengan milisi Salib Maron untuk mengepung dan menyerang kamp Talp Zaatar. Dalam kamp tersebut terdapat 17.000 penduduk Palestina dan 14.000 penduduk Lebanon dari pasukan persekutuan yang tengah menghadapi aliansi kaum Kristen di Lebanon.

Ketika artileri Suriah menggempur kamp tersebut, angkatan laut Israel memblokade dari laut dengan meluncurkan bom bercahaya. Pasukan batalyon maju untuk melakukan pembantaian yang menewaskan kira-kira 6.000 orang. Beberapa ribu lainnya terluka. Kamp Talp Zaatar hancur lebur.

Pada tahun 1978-1982, terjadi Revolusi jihad bersenjata di Suriah melawan pemerintah Nushairiyah. Kejadian ini dipelopori Syaikh Mujahid Marwan Hadid pada tahun 1975 dan beliau dieksekusi tahun 1976. Selama periode ini, Nushairiyah melakukan pembantaian di jajaran warga sipil muslim Sunni. Terutama di kota-kota besar seperti Aleppo, Hama, Jasr Ats-Tsughur, Latakia dan Damaskus.

Pembantaian menewaskan lebih dari 2.000 pemuda Sunni. Lebih dari 30.000 orang dipenjara. Rifaat Al-Asad mengatur pembantaian di dalam penjara Tadmor yang merenggut lebih dari tujuh nyawa pemuda lulusan sekolah pasca sarjana. Lebih dari 10.000 pemuda Sunni mengungsi selama periode tersebut.

Pada tahun 1982, pemerintah Nushairiyah merupakan dalang di balik pembantaian dan penghancuran di kota Hama dengan tembakan artileri dan pesawat. Korban dari pembantaian mengerikan yang tak diliput oleh media Arab maupun dunia ini adalah lebih dari 45.000 warga sipil Ahlus sunnah tak bersenjata. Setelah menghancurkan kota dan perlawanan berhenti, dilanjutkan membunuh, menjarah, menganiaya dan menodai kehormatan kaum muslimin.

Pada tahun 1982,  rezim Suriah serta Israel menyerang Lebanon dan mengepung Beirut. Lebanon ditinggalkan tanpa suplai kebutuhan. Lalu meninggalkan warga Palestina di tempat terbuka, depan musuh. Hingga dalam perisitwa ini memakan korban jiwa yang sangat besar.

Pada tahun 1982 tepatnya bulan Mei, diam-diam pasukan Suriah ditarik dari hadapan pasukan Israel dan Maron. Kemudian mengatur pembantaian warga Sunni di kamp-kamp Sabra, Shatila dan Burj Barajinah.  Merenggut nyawa lebih dari 5.000 umat Islam. Kebanyakan dari mereka adalah warga Lebanon dan Palestina yang tinggal di sana. Sebelum peristiwa tersebut, mereka melakukan pembantaian dan kekejaman yang lebih kecil di kamp-kamp Shada, Palestina.

@daffa.an-nuur

Syaikh Abu Mus’ab As-Suri. 2013. Rezim Nushairiyah: Sejarah, Aqidah dan Kekejaman terhadap Ahlu Sunnah di Syiria. Solo: Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here