Kartu Cinta (Bagian 1)

0
153 views

Kiblatmuslimah.com – Cinta sebuah kata yang singkat tapi penuh makna. Hanya memiliki 5 huruf tapi dampaknya luar biasa bagi yang merasakannya. Cinta merupakan fitrah yang Allah berikan kepada manusia. Hidup tanpa cinta seperti masakan tanpa garam, pasti hambar rasanya. Cinta satu kata yang mudah diucapkan namun susah untuk dilupakan. Pembicaraan cinta tiada habisnya. Cerita indah tiada akhir.

Pasti kita pernah merasakan jatuh cinta. Saat kita jatuh cinta ada rasa yang tak biasa. Jangankan melihat orangnya, melihat motornya sudah membuat hati berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang dan itu semua karena cinta.

Namun, begitu banyak manusia yang menyalahartikan cinta. Terbukti dengan banyaknya para wanita melepaskan hal yang berharga pada dirinya atas nama cinta. Cinta juga membuat orang rela membunuh demi mendapatkan wanita idamannya. Keluar slogan “cinta ditolak, dukun bertindak”. Cinta juga bisa membuat orang berbuat syirik kepada Allah.

Semua karena cinta, tapi kita tidak bisa menyalahkan cinta karena ia adalah rasa yang datang dari-Nya. Tinggal kita sebagai hamba yang harus mengelola rasa cinta itu, letakkan pada tempat yang tepat.

Cinta merupakan ujian tersendiri bagi yang merasakan. Apalagi yang merasakan cinta tersebut adalah orang yang Allah takdirkan masih sendiri yang tergabung dalam ‘jamaah’ jomblowati. Kenapa bisa? Karena galaunya menanti pujaan hati, masa-masa keimanan diuji. Allah menguji dan melihat sejauh mana ketaatan kita dalam hal yang berkaitan dengan cinta.

Ada 3 sikap dalam mengelola rasa cinta yang belum saatnya. Seorang muslimah harus pandai menggunakan jurus-jurus dalam mengelola hati agar ia tetap berada pada koridor Ilahi. Yuk kita simak 3 kartu cinta dalam mengelolah rasa cinta, yaitu:

  1. Menggunakan kartu AS alias Asal Suka

Sikap orang yang menggunakan kartu ini biasanya tidak bisa menjaga hatinya. Di saat timbul rasa cinta kepada lawan jenis, ia akan mengekspresikannya lewat kata-kata. Bahkan ketika lelaki yang dia suka ternyata juga menyukainya maka merekapun melakukan sebuah hubungan terlarang yang tidak direkomendasikan oleh Allah. Bahkan mendapatkan ultimatum dari sang Pencipta untuk menjauhinya seperti yang tercantum dalam surat cinta-Nya.

“…Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (QS. AlIsra’: 32)

Dalam ayat tersebut Allah tidak langsung mengatakan “jangan berzina,” tapi “jangan mendekati zina.” Mendekatinya saja sudah dilarang apalagi melakukannya. Jika diumpamakan ada rumah yang terbakar dan di saat itu kita sudah dilarang jangan mendekati rumah yang terbakar tersebut. Namun dengan percaya diri mendekati rumah yang terbakar tersebut, kemungkinan terbesar kita akan ikut terbakar di dalamnya atau akan merasakan panasnya api tersebut.

Begitulah zina. Ketika memberanikan diri untuk mendekatinya maka seseorang akan terjerat ke dalam lembah dosa besar yang sulit untuk keluar darinya, kecuali atas pertolongan Allah. Ketika seseorang mencoba mendekatinya maka sama saja dia berlari menuju lembah nista tersebut. Ibaratnya, api yang besar pasti berawal dari percikan api yang kecil.

Jadi kalau boleh saran, jangan pakai kartu ini karena bahayanya luar biasa. Bisa menyeret kepada dosa besar yang mengundang murka Allah. Godaan setan dalam hal ini juga makin besar, agar iman di hati luntur. Bagi yang lemah imannya, ia akan mencari tempat sandaran hati yang tidak halal dan melakukan aktivitas yang bernama pacaran. Semua berawal dari menggunakan kartu AS alias Asal Suka.

Ketahuilah, pacaran itu enaknya cuma sebentar. Tidak enaknya yang lama. Lama-lama hatimu akan tersiksa karena menjalani hubungan terlarang. Akan lebih tidak enak kalau sudah di akhirat kelak. Memang tidak semua pacaran berakhir dengan zina. Sudah tentu bisa dipastikan, semua zina terjadi karena pacaran.

Bersambung Kartu Cinta (Bagian 2)

Penulis: Syifa Azzahra

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here