Kan Kupinang Engkau di Akhirat Nanti

0
316 views

Kiblatmuslimah.com – Ada berbagai hal yang menjadi alasan seseorang  memilih pasangan hidup dalam menjalani biduk rumah tangga. Seperti halnya tabi’iyah Hujaimah binti Huyai Al-Washshabiyah rahimahallah. Beliau berasal dari Washshab, salah satu kabilah di Himyar. Hidup bersama dengan Abu Darda’, salah seorang sahabat Rasulullah.

 

Kisahnya bermula dari Hujaimah kecil yang yatim, hingga akhirnya Abu Darda’ mengasuhnya. Sejak kecil, Abu Darda’ selalu menyertakannya dalam majelis ilmu serta shalat berjamaah bersama kaum laki-laki. Hujaimah pun mendapat kesempatan mempelajari ayat-ayat al-Qur’an langsung dari para ahlinya.

 

Tumbuh dalam asuhan sahabat yang mulia dengan keutamaan Allah, Hujaimah menjadi seorang wanita yang berilmu dan baik bacaan al-Qur’annya serta pemahamannya terhadap ayat-ayat tersebut. Hal ini terus berlangsung sampai ia baligh dan kemudian bergabung dengan majelis ilmu bersama kaum perempuan.

 

Abu Darda’ adalah salah satu guru Hujaimah. Abu Darda’ sangat mengagumi kemampuan Hujaimah dalam menghapal al-Qur’an. Hal tersebut menjadikan Abu Darda’ kemudian menikahinya. Panggilannya pun berubah menjadi Ummu Darda’.

 

Nama Ummu Darda’ ash-Sughra sendiri diperolehnya dari pernikahannya dengan Abu Darda’. Sebelum menikah dengan Hujaimah, Abu Darda telah menikah dengan Khairah binti Abi Hadrad.  Beliaulah Ummu Darda’ al-Kubra salah seorang sahabiyah yang telah meninggal. Untuk membedakan dengan istri sebelumnya maka Hujaimah dinamakan Ummu Darda’ ash-Sughra.

 

Pernikahan itu semakin membuat Ummu Darda’ memiliki kesempatan untuk terus belajar lebih banyak dan leluasa dengan Abu Darda’. Kesempatan yang semakin mengasah kecerdasan Ummu Darda’. Bisa dibayangkkan bila pecinta ilmu dipersatukan maka aktivitas kehidupan rumah tangga mereka pasti dipenuhi dengan keilmuan. Hal ini yang semakin menguatkan cinta mereka berdua.

 

Dalam perjalanannya menempuh rumah tangga bersama Ummu Darda’ ash-Shughra rahimahallah, Abu Darda’ pernah berpesan, “Bila kau marah, aku membuatmu ridha kembali. Karena itu, bila aku marah buatlah aku ridha! Kalau tidak demikian, betapa cepatnya kita akan berpisah.”

 

Ummu Darda’ semakin banyak mengambil ilmu dari suaminya. Selain dari Abu Darda’, Ummu Darda’ ash-Shughra juga mengambil riwayat dari Fadhalah bin ‘Ubaid al-Anshari, Salman al-Farisi, Ka’b bin ‘Ashim al-Asy’ari, Ummul Mukminin ‘Aisyah, Abu Hurairah, serta para sahabat yang lain.

 

Selain pelajaran tentang al-Qur’an, ada banyak hal yang juga didapat oleh Ummu Darda’ dari sang suami. Misalnya saja nasihat tentang qanaah. Dalam suatu kesempatan Abu Darda’ pernah berujar kepada sang istri, “Jangan pernah meminta sesuatu kepada orang lain!” “Lantas bagaimana kalau aku membutuhkan?” balas Ummu Darda’. “Ikuti dan ambillah yang tercecer dari para tukang panen! Buatlah adonan untuk membuat roti darinya!”

 

Menjelang Abu Darda’  wafat, Ummu Darda’ pernah mengatakan kepadanya, “Dulu kau pinang diriku pada keluargaku di dunia, lalu mereka menikahkanku denganmu. Sekarang kupinang engkau kepada dirimu untuk nanti di akhirat.

“Kalau begitu, jangan engkau menikah lagi sepeninggalku,”ujar Abu Darda’.

Hal ini diucapkannya karena Abu Darda’ pernah mendengar sebuah hadits dari Rasulullah bahwasanya wanita adalah untuk suaminya yang terakhir.

 

Ummu Darda’ dengan kesetiaannya benar-benar memenuhi permintaan Abu Darda’. Setelah meninggalnya Abu Darda’, Mu’awiyah bin Abi Sufyan datang menyampaikan pinangan. Saat itu Ummu Darda’ masih muda dan dikenal kecantikannya. Ummu Darda’ menolak. “Tidak,” katanya, “Aku tidak akan menikah lagi dengan seorang pun di dunia sampai aku menikah dengan Abu Darda’ di dalam surga, insya Allah.”

“Kalau demikian, hendaknya engkau memperbanyak puasa,”kata Mu’awiyah.

Ummu Darda’ rahimahallah dikenal dengan ilmu, amal, dan zuhudnya. Sekian banyak orang yang mengambil ilmu dan riwayat darinya. Banyak pujian yang menunjukkan kemuliaannya sebagai seorang faqih.

‘Abdur Rabbih bin Sulaiman bin ‘Umair bin Zaitun mengatakan, “Ummu Darda’ pernah menuliskan untukku di lembaran catatanku tentang hikmah yang diajarkannya kepadaku, ‘Pelajarilah hikmah semasa mudamu, niscaya nanti akan kau amalkan di masa tuamu. Karena setiap orang yang menanam pasti kelak akan menuai hasilnya, baik berupa kebaikan ataupun kejelekan.”

 

Utsman bin Hayyan, maula Ummu Darda’ mengisahkan: Aku pernah mendengar Ummu Darda’ mengatakan, “Bagaimana kiranya keadaan salah seorang di antara kalian yang mengatakan: ‘Ya Allah, berilah aku rezeki’, sementara dia tahu bahwa Allah  tidak menurunkan hujan dinar ataupun dirham dari langit. Namun Allah  berikan rezeki sebagian dari sebagian yang lain. Karena itu, barangsiapa yang diberi, hendaknya menerima pemberian itu. Barangsiapa berkecukupan, hendaknya memberi saudaranya yang memiliki kebutuhan. Dan jika dia fakir, hendaknya meminta tolong kepadanya untuk memenuhi kebutuhannya dan janganlah dia menolak rezeki yang telah Allah berikan kepadanya’.”

 

Ummu Darda’ rahimahallah pernah pula memberikan nasihat,“Sungguh berzikir kepada Allah  itu adalah perkara yang paling besar. Kalau engkau shalat, maka itu termasuk zikrullah. Kalau engkau puasa, maka itu juga termasuk zikrullah. Segala kebaikan yang kaulakukan, itu pun termasuk zikrullah. Setiap kejelekan yang kaujauhi, maka itu termasuk zikrullah. Dan yang paling utama adalah bertasbih kepada Allah.”

 

‘Utsman bin Hayyan menceritakan pula, “Kami pernah makan bersama Ummu Darda’, lalu kami lupa memuji Allah. Ummu  Darda’ pun mengatakan, ‘Nak, jangan kalian lupa membumbui makanan kalian dengan zikrullah. Makan disertai memuji Allah  itu lebih baik daripada makan sambil diam saja .”

 

Ummu Darda’ rahimahallah sempat menunaikan ibadah haji pada tahun 81 H. Ummu Darda’ ash-Shughra rahimahallah, adalah seorang wanita yang penuh dengan contoh kebaikan.  Semoga Allah senantiasa meridhainya.

Sumber :

www.ihahmuthmainah.blogspot.co.id

www.m.eramuslim.com

Siyar A’lamin Nubala’, Al-Imam Adz-Dzahabi (4/277-279)

Tahdzibul Kamal, Al-Imam Al-Mizzi (35/352-358)

Penulis: Amalliyah

Editor: Halimah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here