Jalan tak Terduga, Nikmat dari-Nya

0
174 views

Kiblatmuslimah.com – Sungguh, Allah Mahakaya lagi Maha Perkasa. Dia punya berjuta jalan untuk mengantarkan rezeki yang telah ditetapkan bagi kita. Betapa rugi yang beranggapan bahwa melelahkan tangan dan kaki, membanting tulang dan memelintir sendi, bermandi keringat serta berbilas darah dalam kerja yang menguras tenaga adalah satu-satunya jalan agar diri tercukupi. Juga betapa merana, insan yang merasa bahwa rezekinya hanyalah rupa-rupa angka. Hingga tak peka bahwa Allah mendatangkan karunia dari manapun Dia suka, dalam bentuk apapun yang dikehendaki-Nya.

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”  (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)

Maknanya”, catat Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur’anil Azhim, “barang siapa yang bertakwa kepada Allah dengan melakukan yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan yang dilarang-Nya, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dari kebuntuan serta mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak terduga-duga, yakni dari arah yang tidak terlintas dalam benaknya.

“Wahai anak Adam, “ demikian tertera dalam hadits qudsi yang dibawakan Imam At-Tirmidzi dan Ibn Majah ketika Rasulullah menyebutkan firman Rabbnya, “beribadahlah kepada-Ku, sepenuhnya, niscaya akan Kupenuhi hati kalian dengan kekayaan dan Kupenuhi kedua tangan kalian dengan rezeki. Wahai anak Adam, jangan menjauh dari-Ku sehingga akan Kupenuhi hati kalian dengan kefakiran dan Kupenuhi kedua tangan kalian dengan kesibukan.”

“Siapa yang hatinya dikayakan oleh Allah, Zat Yang Mahakaya lagi Maha Memberi Kekayaan,” tulis Dr. Fadhl Ilahi dalam Mafatihur Rizq, “niscaya tidak akan disentuh kemiskinan selama-lamanya. Orang yang tangannya dipenuhi rezeki oleh Zat Yang Maha Memiliki lagi Maha Memberi rezeki, niscaya tidak akan pernah pailit selama-lamanya. “

Sebaliknya,” demikian beliau melanjutkan, “orang yang hatinya dipenuhi oleh Zat Yang Mahakuasa lagi Maha Menentukan dengan kefakiran, niscaya tak seorang pun yang mampu membuatnya merasa cukup; dan orang yang tangannya disibukkan oleh Zat Yang Maha Perkasa lagi Maha Memaksa, niscaya tak akan ada yang mampu membuatnya luang.”

Di lapis-lapis keberkahan, kekayaan menetap tentram di dalam jiwa. Ialah rasa cukup lagi rela atas apa yang tergenggam oleh tangan meski seadanya. Sebab terilmui, bahwa sekecil apapun tampaknya, ia berasal dari Zat Yang Mahamulia. Bagi hati yang mencinta lagi menjunjung tinggi, siapa Yang Memberi tentu lebih penting dari pemberian-Nya. Inilah karunia bagi insan bertakwa. Sering ia tak terduga jalannya dan tak disangka datangnya, maka nurani jadi kian peka untuk mensyukurinya.

Sebalik keadaan, bagi hati yang jauh dari-Nya. Meski bertumpuk yang telah ditimbun dan dikumpulkan, tetap saja ia hanya tampak seperti yang diduga atau bahkan terasa kurang dari perkiraan. Sebab hati telah terbutakan dari kedermawanan Rabbnya, maka sebesar apapun pemberian terasa sebagai kekurangan. Tangannya kian sibuk, terbelenggu untuk mengerjakan ini dan itu, dengan hasil yang senantiasa terasa kurang dari prasangka. Betapa menyiksa.

Mendekatlah kepada-Nya. Jangan ragu, Ia Mahabesar dengan segala karunia yang dimiliki. Betapa rendahnya kita dihadapan-Nya. Berdoalah dengan meminta hati yang baik dalam kondisi apapun. Semoga Ia selalu menuntun kita pada jalan yang diridhai-Nya.

Subhana inni kuntu minadz dzalimiin.…’

Ref: Salim A. Fillah. 2014. Lapis-Lapis Keberkahan. Yogyakarta: Pro-U Media. Hal: 150.

Penulis: Qonita Azka

Penyunting: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here