Saudariku, Jadilah Pemaaf…

0
1723 views

Kiblatmuslimah.com – Dalam menjalani panggung kehidupan, kita akan bertemu dengan banyak orang. Pertemuan tersebut bisa membuat kita menjadi orang yang bersyukur dan bersabar. Ada yang membuat kita semakin taat kepada Allah, juga menguji kesabaran kita.

Begitulah sunnatullah, yang senantiasa berdampingan. Syukur dan sabar, dua hal yang memang tidak bisa dipisahkan. Sejatinya, dalam bermuamalah kita dituntut untuk memiliki banyak persediaan kesabaran. Kita akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki karakter yang berbeda.

Apabila kita bertemu dengan orang yang sekali berbicara langsung menusuk jiwa, dalam hal ini kita dituntut untuk bersabar. Jika hal tersebut benar-benar menyakitkan maka menjadi pemaaflah! Agar mendatangkan kecintaan Allah.

Allah memberi pujian kepada orang-orang yang memiliki sifat pemaaf di dalam surat Ali Imran ayat 134, “Mereka mampu menahan rasa marah dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang melakukan kebaikan semacam itu”

Ketika rasa marah dan kecewa hadir dalam relung hati maka ayat di atas bisa menjadi penawar luka.

Satu hal saudariku, bahwa setiap kita pernah bersalah. Memaafkan kesalahan orang lain adalah hal yang sangat dianjurkan dan bahkan akan dibalas surga. Sebagaimana ketika kita punya salah dan ingin dimaafkan maka hendaknya kita harus mampu menjadi pemaaf.

Ada kisah salah seorang sahabat yang masuk surga karena amalan yang ringan namun berat untuk dilaksanakan. Rasulullah memberikan informasi kepada para sahabat yang di saat itu duduk di Masjid, bahwa sebentar lagi akan datang seseorang yang akan dijamin surga oleh Allah. Kemudian tidak lama berselang orang yang dimaksudkan datang di hadapan para sahabat. Dan informasi ini disampaikan Rasulullah selama tiga hari berturut-turut. Sahabat Abdulullah bin Amr penasaran, jenis amalan yang dilakukan si Fulan sehingga dikabarkan menjadi penghuni surga.

Singkat cerita, untuk menghilangkan rasa penasarannya, sahabat Abdullah bin Amr meminta izin agar bisa menginap di rumah sahabat tersebut selama tiga hari. Selama waktu tersebut, Abdullah bin Amr tidak menemukan sama sekali amalan istimewa yang ia lakukan. Sampai akhirnya Abdullah memberitahu kepada tuan rumah bahwa dia dikabarkan menjadi calon penghuni surga. Dan dia penasaran tentang amalan yang menyebabkan ia masuk surga.

Dengan rendah hati sahabat tersebut memberitahu kepada Abdullah bin Amr, “Sebelum tidur, aku mengingat semua orang yang perbuatannya menyakitiku dan aku tidak akan tidur kecuali telah memaafkannya”.

Mendengar jawaban tersebut, Abdullah bin Amr berkata, “Sekarang aku percaya bahwa kau calon penghuni surga. Dengan amalan itu, kau akan dimasukkan ke dalam surga.

Sungguh ini amalan yang sangat langka dilakukan oleh manusia. Sifat manusia ketika ia tersakiti maka akan kembali menyakiti. Namun orang yang beriman tahu bahwa memaafkan itu jauh lebih baik. Hal ini merupakan amalan hati yang sangat penting untuk senantiasa kita latih. Memaafkan bukan berarti membuat kita hina namun menjadikan kita mulia di hadapan Sang Pencipta. Maka jadilah pemaaf agar dicintai oleh Sang Pemaaf.

Syifa Azzahra

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here