Imam Syafi’i Badiuzzaman

0
150 views

Kiblatmuslimah.com – Muhammad Idris nama aslinya. Silsilahnya bertemu dengan Rasulullah pada kakeknya Abdu Manaf. Beliau lahir ke dunia pada 150 H. Pada tahun yang sama, telah berpulang ke rahmatullah Imam Abu Hanifah. Beliau lahir di Gaza, Palestina. Kemudian hijrah ke Mekkah atas perintah ibunya.

Penjagaan beliau terhadap hadits-hadits Nabi dan hafalannya terhadap Al-Qur’an telah menuntun beliau menjadi fasih berbahasa Arab.

Imam Syafi’i juga belajar memanah. Tidak hanya menjadi hobi namun beliau juga mahir di dalamnya. Apabila dia melepaskan sepuluh anak panah maka semuanya tepat mengenai sasaran.

Telah kita ketahui bersama tentang kehebatan hafalan Asy-Syafi’i. Jika beliau ingin membaca kitab, ia menutup lembaran bagian kiri dengan ujung lengan bajunya. Supaya tulisan yang ada pada bagian tersebut tidak terhafal lebih dahulu sebelum bagian yang kanan. Masya Allah.

Imam Syafi’i juga dikenal dengan sya’ir-sya’ir yang memukau. Berikut penggalan sya’irnya:

Aku mencintai orang-orang saleh, namun aku tidak termasuk dari mereka.

Mudah-mudahan aku mendapat syafa’at dengan mencintai mereka.

Terdapat pula kata-kata bijak Imam Syafi’i. Misalnya, “Iman adalah perkataan dan amalan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Barang siapa yang mempelajari Al-Qur’an, akan menjadi agung dalam pandangan manusia. Barang siapa yang mempelajari hadits maka hujjahnya akan kuat. Barang siapa yang mempelajari ilmu nahwu, akan menjadi berwibawa”.

Selanjutnya, “Barang siapa yang mempelajari bahasa Arab, karakternya akan meningkat. Barang siapa yang mempelajari ilmu hisab (kalkulus), logikanya akan tajam. Barang siapa yang mempelajari fiqih, kemampuannya akan menjadi mulia. Barang siapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak akan bermanfaat. Sedangkan pangkal dari itu semua adalah taqwa.

Ada fakta menakjubkan lainnya dari Imam Syafi’i. Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata, “Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan sebanyak enam puluh kali. Itu semua beliau baca di dalam shalat.”

Masya Allah. Badiuzzaman (keajaiban pada zamannya). Semoga kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan mulia ini dalam jumlah banyak.

_Hunafa’ Ballagho_

Referensi: Abdul Aziz Asy-Syinawi. 2017. Biografi Imam Syafi’i. Solo: AQWAM Jembatan Ilmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here