Ibunda Tokoh-Tokoh Teladan

0
56 views

Judul         : Ibunda Tokoh-Tokoh Teladan

Penulis      : Jumuah Saad

Penerbit    : Aqwam Jembatan Ilmu

ISBN          : 978-979-039-359-2

Ukuran      :192 halaman; 23 cm

Peresensi : Ervi

 

Kiblatmuslimah.com – Seorang penyair mengatakan: Ibu adalah madrasah, yang jika kau persiapkan, berarti kau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang baik.

Ibu adalah sebuah taman yang sepanjang hayat kamu berjanji untuk menyiraminya hingga tumbuh subur.

Ibu adalah gurunya para guru. Ia memberikan pengaruhnya di segenap ufuk.

 

Keturunan yang baik lahir dari perempuan yang baik. Itulah yang ingin disampaikan dalam lirik tersebut. Sebagaimana dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa perempuan adalah ladang. Istilah ladang adalah tempat untuk bercocok tanam.

 

Tanaman yang baik ada di ladang yang baik. Tanaman yang baik pasti bermanfaat bagi sekitarnya. Ibarat sebuah pohon, daunnya meneduhkan makhluk Allah yang beristirahat dalam perjalanan yang jauh. Rantingnya menjadi tempat memaniskan kehidupan. Akarnya menjadi pangkal pusaka yang kuat, agar komponen daun, ranting, buah dapat tetap terjaga.

 

Siapakah di antara kalian yang tak ingin memiliki ladang yang subur, yang di dalamnya ditumbuhi tanaman yang bermanfaat? Seperti halnya manusia dalam memilih pasangan hidup. Pada hakikatnya setiap laki-laki akan memilih perangai yang baik bagi setiap pendamping hidupnya, agar dapat melahirkan panji-panji Allah yang siap membela agama-Nya.

 

Keluarga adalah benih masyarakat Islam. Oleh karenanya, Islam memberikan perhatian khusus terhadap keluarga. Di antaranya adalah memiliki istri yang bisa berperan membentuk keluarga muslim yang kuat serta melahirkan generasi-generasi yang bisa berkhidmat untuk agama dan negara mereka. Yaitu generasi yang meninggalkan tanda dan jejak yang baik bagi generasi setelah mereka.

Adapun metode melahirkan tokoh teladan yang dipaparkan dalam buku ini sebagai berikut:

Pertama, luruskan niat di jalan kebaikan, sebab ada pertanggungjawaban dalam mendidik di hari kiamat kelak.

Kedua, tak pernah lelah berdoa untuk mereka.

Ketiga, menanamkan rasa muraqabah (merasa diawasi) Allah dalam diri anak, di setiap waktu dan kesempatan.

Keempat, membiasakan anak untuk gemar beribadah dan melaksanakan ketaatan.

Kelima, meluruskan kesalahan anak

Keenam, memberikan hadiah dan motivasi yang bersifat materi dan maknawi ketika seseorang anak melakukan kebaikan.

Ketujuh, mengikat anak dengan tokoh teladan, baik dengan mempelajarinya dan menjadikannya panutan.

Kedelapan, menyampaikan kisah yang inspiratif dan pengetahuan yang bermanfaat bagi anak.

Kesembilan, ibu dan ayah adalah teladan bagi anak-anak dalam melakukan kebaikan.

Kesepuluh, mengunjungi tempat-tempat bersejarah jika memungkinkan.

Kesebelas, memilihkan teman yang baik untuk anak dan mengawasi pertemanannya dengan penuh perhatian.

 

Poin-poin yang dipaparkan dalam buku ini merupakan kelebihan, yaitu ibunda para ahli ibadah, ulama, mujahid yang mengorbankan jiwanya untuk Islam, istri shalihah, hakim dan gubernur, serta khalifah kaum muslimin.

 

Namun, dari pemaparan masing-masing poin buku ini terkandung kelemahan. Penjelasannya hanya memperbanyak dalil-dalil ketimbang kisah mendalam tokoh teladan itu sendiri.

 

Harapannya, buku ini tetap bisa menjadi referensi para muslimah dalam menyiapkan generasi muslim tangguh yang mampu mengembalikan kemuliaan dan kejayaan kaum Muslimin.

 

Editor: UmmA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here