Hubungan Kasih Sayang setelah Pinangan

0
73 views

Kiblatmuslimah.com – Bulan Syawal, merupakan bulan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah untuk melakukan pernikahan maupun pinangan. Adanya akad dalam pernikahan berarti menghalalkan yang sebelumnya diharamkan pada hubungan dua orang lawan jenis sesuai syariat.

Namun, yang harus dihindari adalah adanya kasih sayang yang tercurah pasca pinangan dan sebelum adanya akad. Dewasa ini sering kita jumpai, mereka yang telah melakukan pinangan atau lebih familiar disebut bertunangan, mulai menjalankan praktek “prarumah tangga”. Saling mengirim kalimat mesra dan pujian.

Karena status keduanya belum sah menurut syariat, maka sesuai hadits Rasulullah tidak boleh seorang pria berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya. Apalagi bermesraan, baik chatting, berbincang, memandang, hingga bersentuhan.

Pun hukum duduk bersanding antara pria dan wanita saat proses pinangan juga tidak diperkenankan. Karena saat duduk bersanding, sangat memungkinkan terjadinya getaran syahwat di antara keduanya.

Getaran syahwat antara dua insan yang belum diikat oleh akad ini dapat menjadi jembatan para setan untuk mulai menjerumuskan pada dosa-dosa selanjutnya. Oleh karena itu, meski telah dalam masa pinangan, Islam tetap mengharuskan hijab antara kedua calon pasangan tersebut.

Bersabar hingga datang hari akad dengan terus mendekatkan diri pada Allah. Berpuasa, dzikir, dan memperbanyak amalan saleh. Karena pada masa penantian akad, godaan setan akan semakin besar. Baik dari sisi syahwat maupun keburukan lainnya.

Hanya Allah sebaik-baiknya pelindung dari godaan setan. Oleh karenanya perbanyak ibadah dan memohon perlindungan dari-Nya.

 

*Eka Fateemah

 

Sumber:

Bantani, Al Muiz. 2017. Fikih Wanita. Tangerang Selatan: Mulia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here