Hancurnya Baghdad beserta Perpustakaan Terbesarnya

0
155 views

Kiblatmuslimah.com – Berbicara tentang Baghdad, kisah penghancuran perpustakaan terbesar pada zamannya itulah yang tergambar. Baghdad merupakan ibu kota Dinasti Abbasiyah selama lebih dari 500 tahun. Wilayahnya membentang mulai dari Asia Selatan, Tengah dan Barat, serta beberapa kawasan Afrika dan Eropa.

Khalifah pertamanya adalah Abu Ja’far atau lebih dikenal dengan sebutan Al-Mansyur (754-775 M). Ia mendatangkan para tukang yang ahli, juru pahat dan pelukis untuk membangun kota Baghdad. Di kemudian hari, lahirlah kota Baghdad yang menjadi pusat peradaban, ilmu dan kesenian.

Pada tahun 1251 Mongke Khan dilantik menjadi khan agung di Bangsa Mongol. Al-Musta’shim yang merupakan khalifah terakhir yang dilantik pada tahun 1242 M tersebut mengirimkan delegasinya untuk memberikan penghormatan. Sebelum Mongke Khan, Dinasti Abbasiyah sudah terbiasa membayar upeti kepada Bangsa Mongol.

Namun Mongke Khan meminta agar Al-Musta’shim yang datang langsung ke Karakorum, ibu kota kekaisaran Mongol abad ke-13. Al-Musta’shim diminta untuk tunduk patuh pada peraturan Bangsa Mongol. Namun Al-Musta’shim menolak melakukannya dan Mongke Khan segera membuat rencana invasi ke Baghdad. Ia mengirimkan adiknya, Hulagu Khan bersama 150.000 pasukan untuk menyerang kota Baghdad.

Pada tanggal 29 Januari 1258, kota Baghdad dikepung oleh pasukan Mongol. Mereka membuat jejaring pertahanan dan juga selokan di sekeliling kota Baghdad. Mereka juga membawa balok pemukul dan ketapel untuk menyerang tembok kota.

Al-Musta’shim berusaha melakukan perundingan dengan Hulagu Khan, namun ditolak. Hal ini merupakan pola Bangsa Mongol, setiap memasuki wilayah baru, mereka akan memberikan satu kali kesempatan untuk menyerah. Namun jika tidak bersedia, maka wilayah tersebut akan dihancurkan tanpa sisa.

Pada 10 Februari 1258, Al-Musta’shim akhirnya menyerah. Namun selama tiga hari, Hulagu Khan dan pasukannya tidak berusaha memasuki kota. Mereka seperti tengah mengobservasi dan membuat rencana untuk kota Baghdad.

Pada 13 Februari 1258, Hulagu Khan dan pasukannya memasuki kota Baghdad. Langkah pertama yang dilakukan Hulagu khan adalah mengumpulkan orang Kristen Nestorian dan memasukkannya ke dalam gereja. Hal itu dilakukannya karena sang ibu beragama Kristen Nestorian.

Selanjutnya, Hulagu Khan mengizinkan kepada pasukannya untuk melakukan pemerkosaan, penjarahan, penghancuran dan pembunuhan untuk merayakan kemenangan. Baghdad menjadi arena pembantaian yang brutal. Selama berhari-hari, baik pria, wanita, maupun anak-anak, masyarakat sipil ataupun tentara dikejar dan dibunuh.

Para anggota kerajaan berharap mendapat perlakuan berbeda dari Hulagu Khan, namun semuanya dibunuh dan tinggallah sang khalifah Al-Musta’shim. Ia ditangkap dan disuruh melihat rakyatnya yang disembelih di jalan-jalan dan hartanya dirampas. Ia dibungkus dengan sebuah karpet dan diinjak-injak oleh kuda pasukan Mongol hingga mati.

Perpustakaan terbesar di Baghdad pun tak luput dari kebrutalan aksi pasukan Mongol. Mereka membakar buku dan membuangnya ke Sungai Tigris hingga airnya menjadi hitam. Bahkan ada yang mengatakan kuda-kuda pasukan Mongol bisa melintasi sungai dengan jembatan timbunan buku-buku dari perpustakaan Baghdad.

Dahulu, ilmu-ilmu yang ditulis dalam bahasa Persia, Yunani, Sansekerta, dll kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Selanjutnya, disimpan di perpustakaan kota Baghdad. Sehingga orang cukup menguasai bahasa Arab dan pergi ke Baghdad untuk menguasai banyak ilmu yang ada di dunia.

Setelah sepekan bersukaria di Baghdad, Hulagu Khan dan pasukannya meninggalkan kota Baghdad. Mereka meninggalkan kota yang dulunya menjadi pusat peradaban menjadi  kota yang hancur berantakan dan nyaris tidak berpenghuni. Asap membumbung tinggi dan menyebar hampir sejauh 50 km. Hulagu Khan dan pasukannya berjalan melawan arah angin untuk menghindari bau mayat yang menyengat dari Baghdad.

Daffa An Nuur

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pkyhya313

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here