Faqihnya Para Fuqoha

0
126 views

Kiblatmuslimah.com – Sa’id bin Mussayib bin Hazan bin Abu Wahab bin A’idz bin Imron bin Makhzum lahir pada masa khalifah Umar bin Khattab. Karena itu, ia menjumpai sejumlah sahabat Rasulullah SAW, menimba dan menghafalkan ilmu dari mereka, seperti yang diakui oleh para ulama.

Pada suatu masa, Sai’id bin Musayyib menjadi tokoh yang menonjol, alim yang paling mulia, dan rujukan di bidang fiqih dan hadits. Sehingga ketenaran dan namanya menyebar ke berbagai penjuru negeri.

Banyak yang berdatangan kepadanya dari berbagai negeri untuk duduk bersamanya, menimba ilmu darinya, dan berhukum kepadanya. Walaupun masih ada sejumlah tokoh tabi’in terkemuka di sana, seperti Abu Bakar bin Abdurrahman bin Harits, Urwah bin Zubair, Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, Kharijah bin Zaid, Abdullah bin Utbah, dan lainnya.

Sa’id juga contoh dalam etika, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Tidak pernah ikut campur dalam hal apapun yang bukan urusannya dan selalu memilih kata-kata yang tepat agar sesuai tempatnya, di telinga dan di jiwa yang mendengarnya.

Di antara kata-kata hikmah yang diriwayatkan Sa’id adalah “Dunia itu hina dan ia lebih condong kepada setiap orang hina. Yang lebih hina dari dunia adalah orang yang mengambil dunia dari jalan yang tidak benar dan meletakkannya di jalan yang tidak benar pula.”

Penulis: Oliver Al-Qori’

Referensi: Muhammad Ali. 2018. Kisah Para Wali (Al-Atqiya’, Al-Akhfiya’, Al-Ashfiya). Jakarta Timur: Al-Azhar.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here