Faidah dalam Kisah Maryam

0
126 views

Kiblatmuslimah.com – Kehamilan memaksa Maryam meninggalkan tempat tinggalnya dan mengasingkan diri di sebuah tempat yang jauh. Maryam hamil dan melahirkan pada waktu yang sama, agar lebih menunjukkan kekuasaan Allah dan menjadi bukti yang paling jelas.

Di sebuah tempat yang tidak diketahui oleh Maryam, dia berpikir bahwa yang akan terjadi pada dirinya pasti tidak akan terlewat dari lisan buruk Bani Israil yang sudah mereka warisi turun-temurun.

Mereka pasti akan menuduh Maryam yang bukan-bukan. Tentu saja akan mengundang aib dan kehinaan bagi kaum juga keluarganya yang selama ini telah terkenal suci. Situasi ini tentu menjadi derita bagi dirinya. Berlanjut dengan rasa sakit melahirkan, mendera Maryam. Kaum wanita tahu, saat melahirkan adalah waktu yang paling menegangkan bagi fisik juga psikis. Rasa sakit yang kian dirasakan Maryam, tak bisa ia suarakan layaknya wanita umumnya.

Di bawah pangkal pohon kurma Betlehem (Baitul Lahm), Maryam harus melihat serentetan situasi menakutkan satu per satu. Sebab, seorang wanita yang hendak melahirkan sangat membutuhkan bantuan orang lain saat menjalani proses persalinan.

Selanjutnya, dari rahimnya lahir seorang bayi laki-laki. Ini menjadi persoalan terberat untuk Maryam, karena ia mengandung anak laki-laki yang tidak punya ayah.

Maryam terlarut dalam ratapannya. Dia berharap andai saja bisa mati sebelum mengalami kejadian ini, menjadi barang tidak berharga, dan keberadaanya tidak dipedulikan oleh orang-orang di sekitarnya

Namun, tiba-tiba muncul suara dari bayi tersebut. Bayi itu ternyata memangggilnya, “Janganlah engkau bersedih hati! Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.” Bayi itu menyerunya seraya menyampaikan kabar baik dari Allah azza wa jalla. Si bayi menasihati dan berusaha menumbuhkan ketenangan ke dalam hati ibunya.

Bayi berkata, “Dan goyangkanlah pangka kurma itu ke arahmu! Niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah engkau!

Dalam kisah Maryam, sesungguhnya ada makna tersurat yang disampaikan bagi mereka yang berpikir. Al-Qurthubi rahimahullah ta’ala ‘anhu menuturkan dalam tafsirnya seraya memberikan ulasan.

Sebagian orang menyatakan bahwa peristiwa itu menunjukkan bahwa rezeki telah ditakdirkan Allah azza wa jalla. Allah memerintahkan anak Adam bekerja untuk mendapatkannya. Allah memerintahkan Maryam untuk menggoyangkan pohon kurma hingga melihat suatu tanda kebesaran. Meski tanda kebesaran itu sebenarnya bisa terjadi dengan tidak digoyangkan.

 

*Oliver Al Qori’

Sumber: Hamid Ahmad At-Thahir. 2017. Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an. Jakarta Timur: Ummul Quro’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here