Enam Keteladanan Ibunda Sarah

0
58 views

Kiblatmuslimah.com – Sudah kenal dengan Ibunda Sarah, istri dari Nabi Ibrahim alaihis salam? Masih saudara dari nabi Ibrahim alaihis salam, yang kemudian dinikahi oleh kekasih Allah tersebut. Ibu Nabi Ishaq alaihis salam dan nenek Nabi Ya`qub alaihis salam. Ia adalah seorang wanita yang diberi anugerah kecantikan luar biasa. Ibunda Sarah termasuk wanita yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Ia juga termasuk orang pertama yang mau menerima ajakan dakwah suaminya.  Di bawah ini akan dipaparkan mengenai keteladanan-keteladanan dari Ibunda Sarah.

  • Wanita Cantik dan Ringan Tangan

Selain cantik, ia termasuk wanita yang kaya dan tergolong murah hati. Ia memiliki kambing banyak dan lahan yang luas. Dengan ringan tangan kemudian menghibahkan semua itu kepada Nabi Ibrahim untuk diurus dan dikembangkan.

  • Wanita dengan Ketaatan kepada Suami

Ketika perintah Allah tentang risalah kenabian turun kepada Nabi Ibrahim alaihis salam dan diperintahkan untuk menyampaikan risalah itu kepada kaumnya. Tidak satu pun yang mau menerima ajakan nabi Ibrahim alaihis salam, kecuali Ibunda Sarah dan Luth, yang tidak lain adalah keponakan Nabi Ibrahim as. Karena itu, Nabi Ibrahim alaihis salam dan Ibunda Sarah yang pada waktu itu menetap di Babil (Irak) memutuskan untuk hijrah ke Baitul Maqdis. Tinggal di daerah yang bernama Harran, sebuah daerah dekat Syam.

  • Wanita yang Menjaga Kehormatannya

Ketika negeri Palestina yang ditinggali Nabi Ibrahim alaihis salam dan Ibunda Sarah dilanda kekeringan dan musim paceklik, mereka kemudian berangkat ke Mesir. Saat itu Mesir dipimpin oleh raja yang jahat dan doyan wanita. Kekhawatiran Nabi Ibrahim alaihis salam atas raja itu pun terbukti, karena Ibunda Sarah dibawa untuk bertemu.

Setelah Ibunda Sarah dihadapkan pada raja Mesir oleh utusan itu, sang raja langsung terpesona kecantikannya yang luar biasa. Raja Mesir segera berdiri dari singgasananya, mendekatkan diri kepada Sarah.

Dalam hening dan diam itu, Ibunda Sarah berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jika Engkau mengetahui aku beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu, serta tahu pula aku menjaga kemaluanku kecuali untuk suamiku, maka jangan kuasakan orang kafir kepadaku.” Seketika itu, sang raja gemetar dan nyaris pingsan.

“Hai wanita shalihah, berdoalah pada Tuhanmu agar Dia membebaskanku. Jika itu yang engkau lakukan, maka aku tidak akan mengganggumu lagi dan tidak akan mengulangi perbuatanku yang engkau benci.” Kemudan Raja ingkar janji berkali-kali sehingga dia pun mengalami nasib tragis kembali. Tangannya tak bisa bergerak, lumpuh. Siti Sarah Sarah pun berdoa meminta kepada Allah agar sang raja itu dibebaskan.

Raja Mesir itupun terbebas. “Hai wanita shalihah, betapa taatnya Tuhanmu ketika engkau berdoa untukku?” ujar raja Mesir itu dengan nada heran, penasaran dan ingin tahu jawaban dari Sarah.

“Jika engkau taat kepada Tuhanmu, Dia juga akan taat kepadamu.”

Raja Mesir pun tersentuh. Sang raja memanggil utusan yang membawa Sarah ke hadapannya itu dan berkata, “Keluarkan wanita ini dari hadapanku karena engkau tidak datang kepadaku dengan membawa wanita, tetapi membawa setan.”

  • Wanita yang ikhlas dalam ketaatan kepada Allah

Setelah itu, nabi Ibrahim alaihis salam dan Ibunda Sarah pulang ke Palestina dengan membawa serta budak wanita pemberian dari raja Mesir bernama Hajar. Dengan bertambahnya usia, Ibunda Sarah diliputi kesedihan karena belum bisa memberikan keturunan kepada Nabi Ibrahim alaihis salam.

Dalam keadaan yang mustahil untuk memberikan keturunan itulah, Ibunda Sarah tersadar dan merasa tersentuh dengan keadaan Hajar. Karena itu, kemudian menawarkan Hajar kepada Ibrahim meski ia –dalam hati yang paling dalam- ditimpa cemburu. “Hai kekasih Allah, inilah Hajar, aku berikan kepadamu, mudah-mudahan Allah memberi kita anak keturunan darinya.”

  • Wanita yang baik dalam menjamu tamu

Sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur`an, Nabi Ibrahim alaihis salam dikenal sebagai orang yang menghormati tamu yang datang dan berkunjung dengan sangat santun. Pada suatu hari, beliau kedatangan tamu. Seperti biasa, menyuruh istrinya untuk menghormati tamunya itu. Nabi Ibrahim alaihis salam menyuruh Ibunda Sarah agar menyembelih anak sapi yang gemuk. Setelah selesai dibakar, menjadi panggang daging kemerah-merahan, daging itu pun disuguhkan.

  • Wanita yang diberi hadiah oleh Allah karena kesabarannya

Tamu yang disuguhkan daging sapi ternyata malaikat. Malaikat itu mampir di kediaman Ibrahim alaihis salam karena diperintah Allah memberi “kabar gembira”. Kabar gembira itu adalah Ibunda Sarah akan mengandung dan melahirkan anak bernama Ishaq.

Ibunda Sarah kaget dan heran, kerena ia sudah tua, berumur lebih sembilan puluh tahun. Ia bertanya-tanya, “Sungguh aneh, apakah aku akan melahirkan padahal aku sudah tua? Suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” (QS. Huud [11]: 72)

Sumber: (n. mursidi/disarikan dari buku Ahmad Khalil Jam`ah dan Syaikh Muhammad bin Yusuf Ad-Dimasyqi. 2001. Istri-istri Para Nabi. Terjemahan: Fadhli Bahri, Lc. Jakarta: Penerbit Darul Falah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here