Edirne, Harta Kedua

0
32 views

Kiblatmuslimah.com –  Ketika berbicara tentang Turki ataupun kejayaan Islam di masa Daulah Utsmaniyyah, Konstantinopel menjadi kota yang paling masyhur diperbincangkan. Namun ada lagi sebuah kota di Turki yang berjarak 209 km dari Bulgaria yang menyimpan sebuah kekuatan dahsyat. Dialah Edirne. Kota yang terletak di sebelah utara Selat Bosporus. Pintu sebelah barat yang dilalui Sultan Muhammad Al-Fatih beserta pasukannya untuk menaklukkan Konstantinopel (sekarang Istanbul) pada tahun 1453 M.

Tak seperti Konstantinopel yang begitu tangguh bertahan dari gempuran musuh disebabkan kuatnya benteng yang ada, Edirne menjadi kota manis seperti permen di genggaman bocah. Mudah ditaklukkan. Mulai dari tangan Byzantium (Romawi Timur). Lantas berhasil direbut oleh tetangganya sendiri yakni Kerajaan Bulgaria pada tahun 813 M. Lalu di tangan kaum muslimin di bawah pimpinan Sultan Murad 1 (Turki) 1365 M.

Letak kota Edirne yang cukup strategis menjadikannya terpilih sebagai ibu kota pemerintahan Islam di masa Daulah Utsmaniyyah 1361-1453 M. Jika kota ini dikuasai musuh, bisa dipastikan bahwa Turki akan terancam dan terhambat untuk berkembang pesat. Namun ketika umat Islam berhasil menguasai kota paling strategis dan kuat yang telah dinubuwwatkan oleh Rasulullah yakni Kontantinopel, Edirne pun dilepas dari posisi pusat pemerintahan. Sehingga menjadi harta kedua umat Islam di Turki.

Daulah Utsmaniyyah memanen masa kejayaannya berabad-abad lamanya. Maka sudah pasti banyak sekali jejak Islam yang membekas di Edirne. Adapun masjid termasyhur yang ditinggalkan di sana ialah masjid Salimiyyah, masterpiece seorang arsitek terkemuka saat itu, Sinan Pasya (Mimar Sinan). Adapula monumen penting lainnya yang dibangun sebagai bukti sejarah golden age of Islam yang pernah dilalui.

Saking berharganya, Edirne pernah diduduki oleh Rusia pada tahun 1829-1878 M. Pada Perang Balkan 1, iapun jatuh ke tangan Bulgaria kembali. Beberapa bulan kemudian, Turki berhasil merebutnya. Namun Yunani sejenak menancapkan kekuasaanya pada tahun 1920 M. Berselang 2 tahun, yakni pada bulan Oktober 1922 dengan adanya Perjanjian Lausanne, Edirne kembali ke pangkuan Turki sampai dengan sekarang.

 

Penulis: Alifia M.

Penyunting: UmmA

Sumber: Ahmad Rofi’ Usmani. 2016. Jejak-Jejak Islam. Yogyakarta: Pustaka Bunyan. Hal: 115.

Previous articlePesona Masjid Menara
Next articleWaktu adalah Surga
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here