Daun Kecut Kenangan Pejuang Moro

0
30 views

Kiblatmuslimah.com – Makanan merupakan penunjang utama dalam perjuangan, meskipun hanya sebuah kurma atau sepotong roti. Begitu pula yang dialami oleh para pejuang di Bumi Moro yang sepi pemberitaan. Kisah daun kecut ini berasal dari para pejuang di Barangay, Dimatao. Kenapa sih namanya daun kecut?

Sebagaimana orang makan, nasi akan disandingkan dengan sayuran sebagai tambahan makanan. Namun, kondisi waktu itu tak ditemukan sayuran lain yang dapat dimasak selain membuat sayuran dari daun kecut. Ya, daun ini sangatlah kecut sehingga para pejuang tersebut menamakannya daun kecut. Jika dalam kondisi normal, sayuran tersebut paling tidak disukai.

Daun tersebut berbentuk seperti daun jambu bol, warnanya merah saat kuncup dan berubah hijau saat besar. Batang pohonnya berwarna merah dan tingginya menjulang. Proses memasaknya bertahap. Awalnya, daun direbus. Kemudian diperas agar cairan yang sangat kecut dapat keluar. Selanjutnya dicuci dan baru diberi bumbu untuk dimasak dengan sayuran lain.

Alasan lain yang membuat daun kecut menjadi teman makan adalah manfaatnya. Ia mengandung banyak vitamin A dan vitamin C yang sangat dibutuhkan untuk aktivitas perjuangan. Namun, pada sekitar tahun 2003, keadaan mulai berubah ketika ada salah seorang ikhwah yang dapat membuat kecambah.

Daun kecut ditinggalkan dan beralih ke kecambah yang dapat dimasak dengan berbagai jenis sayuran. Ia memiliki banyak manfaat, mudah diolah, dan tentunya tidak memiliki rasa kecut. Saatnya mengatakan “good bye daun kecut”. Meskipun berakhir, namun legenda daun kecut masih menjadi kenangan bagi pejuang Moro. Dengan rasa kecutnya, ia tetap berusaha berkhidmat kepada para pejuang Islam di Moro.

 

Penulis: Daffa An Nuur

Editor: UmmA

 

Sumber:

Abu Ibrahim Muhammad Daud. 2008. The Secret of Jihad Moro. Solo: Media Islamika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here